Peristiwa

Pelaku Disuruh Jauhi Tetangga, Korban Pembunuhan Suami Sendiri di Mojowarno Jombang Kerap Cek-cok

JOMBANG, FaktualNews.co – Tragedi berdarah yang melibatkan ekspatriat asal Mojowarno Jombang sebagai pelaku, menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai motif yang melatar belakangi pembunuhan dengan istri pelaku sebagai korbannya. Warga sekitar menyebut, keluarga pelaku selama ini diketahui jarang bersosialisasi dengan tetangga.

Amining (68) Ketua RT dimana keluarga ini tinggal mengaku, pasangan suami istri tersebut dikenal pendiam dan cenderung tertutup. Rumah yang berada di dusun Ngenden Desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno itu selalu tertutup rapat. Aktivitas keluarga inipun jarang terekspose warga. “Si suami baru pulang dari Amerika sekitar 3 bulan lalu, ikut sholat berjamaah saja cuma sekali semenjak kepulangannya,” ungkap Amining, sabtu (01/08/2020) kepada kabarjombang.com, kelompok faktual media.

Pembatasan sosial dengan tetangga yang dilakukan keluarga ini menurut Amining, justru atas inisiatif, Sri Istuningsih (49). Korban berdalih, pembatasan sosial terhadap sang suami dilakukan agar Sa’aaf tidak mendapat omongan negatif dari para tetangga. “Gak oleh sesrawung mbek tonggo, misale bojone mari ngomong ambek aku, engkok teko omah geger.(Nggak boleh bersosialisasi dengan tetangga. Misalkan si suami habis ngobrol dengan saya, setiba dirumah pasti terjadi pertengkaran antara mereka berdua),” terang Amining.

Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, Amining mengungkapkan, korban Sri Istuningsih sempat akan meminta saran dan masukan kepada dirinya selaku ketua RT atas ketidakharmonisan rumah tangganya sepulang sang suami dari bekerja di Amerika. Namun hal tersebut urung dilakukan oleh korban lantaran takut permasalahan ini diketahui tetangga secara luas.

Hal serupa pun terjadi pada Sa’aaf. Pelaku sempat ingin membicarakan urusan rumah tangganya ke ketua RT setempat. Namun niat itu belum terlaksana. Tragedi pembunuhan Sa’aaf terhadap istrinya Sri Istuningsih justru yang duluan terjadi.

Senada juga disampaikan, Kasian (52), tetangga pasutri ini. Sepengetahuan Kasian, sepulang dari Amerika, Sa’aaf dan Sri Istuningsih kerap terlibat pertengkaran. “Kadang memang ada cekcoklah, satu hari dua hari ada cekcok” tutur Kasian. Namun ia mengaku tidak mengerti apa yang menjadi penyebab pertengkaran pasutri tersebut.

Pihak keluarga korban yang berhasil ditemui, mengaku tidak tahu menahu secara pasti permasalahan yang melandasi pelaku hingga nekad menghabisi nyawa istrinya sendiri itu. Romli yang merupakan saudara dari Sri Istuningsih ini, tidak pernah mendengar pertengkaran antara korban dan pelaku karena lokasi rumah yang berjauhan. “Jasad korban masih diotopsi, dan saat ini keluarga masih menunggu untuk bisa segera kami makamkan,” terang Romli.

Dilokasi kejadian, nampak police line sudah terpasang sekeliling rumah. Menurut keterangan keluarga, acara tahlil Sri Istuningsih akam digelar dirumah saudara korban yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian perkara. Kondisi putra kedua pasangan inipun dikabarkan sudah stabil meski mengalami luka bacok di kepala.

Peristiwa tragis yang menggegerkan warga dusun Ngenden desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno, terjadi pada Jumat (31/7/2020). Sa’aaf menggorok leher istrinya didalam kamar pribadi mereka. Tak hanya itu, putra mereka yang berusia 19 tahun, dibacok kepalanya hingga kritis. Usai melakukan pembunuhan, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Mojowarno. (Daniel)