FaktualNews.co

Demo RUU HIP dan Cipta Kerja di Jember, AAB : Selamatkan Bangsa dari Komunisme!

Peristiwa     Dibaca : 407 kali Penulis:
Demo RUU HIP dan Cipta Kerja di Jember, AAB : Selamatkan Bangsa dari Komunisme!
FaktualNews.co/hatta
Aksi AAB di Bundaran DPRD Jember

JEMBER, FaktualNews.co – Ratusan aktivis yang menamakan diri Aliansi Anak Bangsa (AAB) Jember berdemonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan Omnibus Law atau Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) di bundaran DPRD Jember, Senin (3/8/2020).

Massa gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), Rumah Aspirasi Jember (Raje), dan Sarikat Buruh Muslimin Indoesia (Sarbumusi) yang tergabung dalam AAB itu, mulai memadati bundaran DPRD Jember sekitar pukul 09.30 WIB.

Mereka membawa sejumlah atribut aksi seperti bendera, poster, serta spanduk bertuliskan ‘Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Faham Komunis’ serta ‘Cabut RUU HIP Dan RUU Omnibuslaw’.

Dari atas mobil lengkap dengan pengeras suara, mereka berorasi menyuarakan tuntutannya, agar DPR RI tegas dan segera mencabut RUU HIP dari prolegnas, termasuk RUU Ciptaker.

Salah seorang orator menyerukan siap perang apabila RUU HIP benar-benar disahkan, karena menilai RUU HIP sebagai kran pembuka komunisme.

Di sela aksi, kordinator lapangan Bahrain Ali, mengaku aksi yang ia pimpin bukan aksi politis namun aksi panggilan hati nurani rakyat yang khawatir komunisme bangkit melalui RUU HIP. Oleh karena itu, sambungnya, RUU tersebut harus dicabut.

“Pancasila itu sudah finish, Ketuhanan yang Maha Esa, akan diubah menjadi Ketuhanan yang Berkebudayaan itu kami tidak terima, karena sila kesatu itu, wahdaniyah bagi kami. Jadi jangan diubah-ubah lagi,” teriaknya berapi-api.

Aktivis FPI asal Kecamatan Bangsal itu, menyebut upaya pemerintah mengganti nama RUU HIP menjadi RUU BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) hanya upaya mengkelabuhi rakyat.

Sebab, secara isi muapun substansi, sebutnya, sama seperti sebelumnya tidak ada perubahan sama sekali. Selain itu, sebagai ormas penggerak agama meminta agar pemerintah kembali memprioritaskan pelajaran sejarah dan agama di sekolah-sekolah.

Ketua Samburmusi Jember Umar Faruk, mengatakan RUU Ciptaker sangat tidak pro pekerja lokal. Alasan pemerintah yang mengatakan lapangan pekerjaan akan semakin luas melalui RUU Ciptaker diyakininya sebagai dalih mengada-ngada.

“Niatan membuka lapangan pekerjaan bolehlah kami acungi Jempol. Tapi menurut saya itu mengada-ngada ya, karena pekerja yang ada saat ini saja banyak yang dirumahkan,” tegasnya.

Setelah menggelar orasi, salawat dan doa bersama sekitar pukul 12.30 WIB, kemudian ratusan massa aksi itu membubarkan diri dengan teratur.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono