FaktualNews.co

TRC PPA Kutuk Keras Pembuang Bayi di Kecamatan Mantup Lamongan

Peristiwa     Dibaca : 410 kali Penulis:
TRC PPA Kutuk Keras Pembuang Bayi di Kecamatan Mantup Lamongan
FaktualNews.co/Ahmad Faisol
Petugas mengevakuasi jasad bayi yang diduga terlindas kendaraan di Lamongan usai dibuang orang tuanya, Senin (4/8/2020) kemarin.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempunan Dan Anak (TRC PPA) Lamongan, mengutuk keras pelaku atau pembuang bayi di Jalan Raya jurusan Mantup – Balongpanggang. Menurutnya, perbuatan pelaku yang kini masih dalam perbuaran pihak berwajib, merpakan perbuatan biadab.

“Siapapun pelakunya, kami memastikan dia tidak punya hati nurani. Karena binatang saja tidak akan melakukan hal itu. Persoalan ini harus disikapi secara serius oleh pemerintah, yang mana Kabupaten Lamongan adalah Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya.” kata Ahmad Umar Buwang, Ketua Korda TRC PPA Lamongan, Selasa (4/8/2020).

Buwang menilai, kejadian tersebut sangat memilukan dan harus menjadi perhatian pemerintah dan semua pihak. “Kami berharap Polres Lamongan bisa mengungkap dan segera menangkap pelakunya guna diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sesosok bayi ditemukan dengan kondisi sudah tak bernyawa di Jalan Raya Ayam Alas, tepatnya di Dusun Bulu Desa Tugu Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Senin (3/8) kemarin.

Tubuh bayi nahas tersebut terbungkus kantong plastik dan kain, serta sudah dalam kondisi hancur seperti usai terlindas kendaraan yang melintas. Diduga bayi malang tersebut dibuang oleh orang tuanya, beberapa saat setelah dilahirkan.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, bayi tersebut ditemukan pertama kali adalah Nurul Hidayah (58), seorang Bidan Desa Sumberkerep, Kecamatan Mantup. Saat itu, Nurul dalam perjalanan pulang dari kegiatan di Puskesmas dan melihat benda terbungkus plastik dan kain disertai bekas darah yang mengering.

Sementara Kusmiati, salah satu Bidan Puskesmas Mantup, kemungkinan bayi nahas tersebut dilahirkan sejak tadi malam, sebab sudah tidak tercium air ketuban. “Kemungkinan lahirnya tadi malam atau kemarin sore. Yang jelas lahirnya tidak tadi pagi,” kata Kusmiwati.

Penemuan bayi nahas tersebut kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kapolsek Mantup, AKP Nurfadilah didampingi anggotanya serta petugas dari Puskesmas Mantup, telah melakukan olah TKP.

“Korban divisum et repertum di RSUD dr Soegiri Lamongan. Sekalian penanganan untuk pemakaman,” Pungkas Kapolsek Mantup.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...