Peristiwa

Jembatan Bailey Kedungasem Kota Probolinggo Akan Dibongkar Total

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Pemkot Probolinggo, harus segera menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan yang biasa melintas di jalan KH Hasan Genggong atau jalan jurusan Probolinggo – Lumajang. Sebab, jembatan bailey (darurat) Kedungasem yang saat ini terpasang, akan dibongkar total.

Alasannya, karena jembatan yang sempat ambrol beberapa bulan lalu akibat dimakan usia tersebut, akan diperbaiki tahun ini. Saat ini, proyek jembatan yang berlokasi di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, dalam proses tender atau ulang. Dan dalam waktu tak lama lagi akan segera dibangun oleh kontraktor pemenang tender.

Hal tersebut diungkap Rudi Napitupulu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan Gempol – Pasuruan, Selasa (11/8/2020) siang. Disebutkan, proyek yang akan didanai sebesar Rp 12 Miliar tersebut saat ini proses lelang atau tender dan sudah berlangsung satu bulan. Hanya saja, belum ditetapkan pemenang tendernya.

Dengan demikian, perbaikan jembatan peninggalan Belanda yang diperbarui tahun 1973 tersebut akan segera dimulai. Dimungkinkan bulan September pekerjaannya dimulai, setelah penetapan pemenang lelang.

“Ya, kalau tendernya selesai Agustus ini, proyeknya akan dimulai September,” ujar Rudi ke sejumlah wartawan saat berada di proyek gorong-gorong JLU.

Dikatakan, pihaknya tidak tahu persis proses soal tender dari proyek yang diperkirakan menelan belasan miliar tersebut. Tender atau lelang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Pemilikan Jasa Konstruksi (BP2JK) pengganti Unit Layanan Pangadaan (ULP) yang dibentuk Kementerian Pakerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Balai Besar Jalan Nasional Jawa Timur-lah yang mengajukan proyek itu ke Kementrian PUPR. Ditambahkan, dalam proses pembangunanya jembatan harus dibongkar total dan tidak bisa dikerjakan separuh, sehingga kendaraan masih bisa lewat.

“Tidak bisa dikerjakan setengahnya dulu. Harus dibongkar total. Jadi seluruh kendaraan tidak bisa lewat,” tandasnya.

Kendaraan nantinya bisa lewat atau meneruskan perjalaan di jalan alternatif yang disediakan Pemkot Probolinggo. Sama dengan proyek gorong-gorong, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Pemkot dan Satlantas Polres Probolinggo Kota, sebelum proyek dikerjakan.

“Koordinasi soal jalan alternatif dan lain-lain,” ujarnya.