FaktualNews.co

Diduga Tercemar Limbah Pabrik dan Rumah Tangga, Sungai Tambakberas Jombang Kembali Keruh dan Berbau

Lingkungan Hidup     Dibaca : 483 kali Penulis:
Diduga Tercemar Limbah Pabrik dan Rumah Tangga, Sungai Tambakberas Jombang Kembali Keruh dan Berbau
FaktualNews.co/Muji Lestari
Kondisi air sungai Tambakberas, berwarna keruh dan keabu-abuan serta berbau.

JOMBANG, FaktualNews.co – Warga yang tinggal di beberapa desa dari dua Kecamatan Tembelang dan Jombang, Kabupaten Jombang, mengeluh menyusul tercemar Sungai Tambakberas .

Sungai tersebut membentang dari depan Pabrik Gula Djombang baru hingga wilayah Tembelang.

Berdasarkan pantauan, selain acap kali dipenuhi sampah, kondisi air sungai juga seringkali berwarna pekat keabu-abuan. Tak jarang bau busuk menyengat di sekitar sungai, hingga bisa tercium para pengguna jalan yang melintas di jalur Jombang-Lamongan tersebut.

Salah satu warga, Zaini menuturkan, kondisi pencemaran sungai Tambakberas ini sudah berlangsung cukup lama. Selain limbah rumah tangga, air sungai yang berbau busuk itu juga disebabkan oleh limbah beberapa pabrik yang ada sekitar sungai. Seperti pabrik gula dan pabrik pencucian usus.

“Sudah lama, warga juga pernah demo setahu saya. Dugaan kami ini dari pabrik pencucian usus ada beberapa disebelah selatan sana, lalu juga pabrik gula, kan musim giling,” terangnya.

Sementara, menurut warga lain, banyaknya sampah yang menenuhi aliran sungai Tambakberas itu sebenarnya sudah seringkali diberishkan. Hanya saja, dalam beberapa hari, sampah-sampah itu kembali menumpuk dan memenuhi sungai, terutama di sekitar dam desa setempat.

Kata warga, pencemaran sungai Tambakberas ini sudah lama terjadi dan menjadi pemandangan biasa yang dirasakan warga di sepanjang aliran sungai. Warga berharap, ada upaya tegas dari Pemerintah Jombang terkait untuk mengantisipasi pencemaran tersebut.

“Sampah selalu dibersihkan tapi setiap tiga hari banyak lagi, harapan kami pemerintah tegas,” tukas warga lain yang enggan disebutkan identitasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh