FaktualNews.co

Wahana Permainan Modern di Pasar Wit-witan Banyuwangi, Pengunjung: Lebih Cocok Permainan Tradisional

Wisata     Dibaca : 523 kali Penulis:
Wahana Permainan Modern di Pasar Wit-witan Banyuwangi, Pengunjung: Lebih Cocok Permainan Tradisional
FaktualNews.co/Abdul Konik
Permainan modern berupa istana balon di pasar tradisional Wit-witan, Banyuwangi pada Minggu (16/8/2020).

BANYUWANGI, FaktualNews.co – Tempat wisata kuliner Pasar Wit-witan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan nuansa khas tradisional.

Dipasar yang mulai populer itu, selain penganan yang tradisional, hampir seluruh perangkat untuk menyajikannya juga kuno. Untuk minuman pedagang memakai batok kelapa atau potongan bambu. Demikian juga wadah penganan lainnya, semua serba alami dan tradisional.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Namun pada Minggu (16/8/2020) kemarin, nuansa tradisional di pasar yang hanya buka pada hari Minggu mulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB itu berkurang dengan kehadiran wahana permainan modern.

Sebuah wahana permainan berupa istana balon dibuka di tempat wisata yang untuk wadah penganan saja bahkan ‘mengharamkan’ plastik.

“Lebih cocok permainan tradisional lebih meenyatu dengan alam, kalau begini Jadi hilang dan bocor karakter pasar Wit-witan. Sebagai pasar ndeso tempo doeloe sebenarnya harus mempertahankan karakter pasar Wit-witan,” kata salah satu pengunjung, Widy Astuti, mengomentari keberadaan wahana tersebut, Minggu (16/8/2020).

Salah satu anggota paguyuban pedagang pasar Wit-witan yang enggan disebut namanya mengatakan tidak tahu menahu soal adanya wahana permainan modern itu.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada keputusan yang dihasilkan dari kesepakatan anggota paguyuban soal tersebut.

Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuar Bramuda di konfirmasi melalui nomor WhatsApp-nya, mengatakan akan mengecek langsung ke lapangan.

“Nanti saya cek. Namanya pasar kuliner lebih tepat fokus masalah penjualan makanan khasnya untuk mengangkat kuliner lokal,” jelas Yanuar dalam jawaban tertulis melalui WhatsApp, Senin (17/8/2020).

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Tags

YUK BACA

Loading...