FaktualNews.co

Gubernur Khofifah Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Kota Probolinggo

Pendidikan     Dibaca : 252 kali Penulis:
Gubernur Khofifah Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Kota Probolinggo
FaktualNews.co/Mojo
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berdialog dengan salah satu siswa dalam kunjungan di SMKN 2 Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Ketahuan suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius, siswa SMKN 2 Kota Probolinggo, akan dipulangkan dari sekolah. Itulah ketentuan yang harus diikuti 2.033 murid sekolah ini, saat uji coba belajar-mengajar tatap muka langsung.

Tak hanya pelajar SMK, seluruh siswa SMA, SLB sederajat di Jawa Timur, harus mengikuti ketentuan seperti itu. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat berkunjung ke SMKN 2 Kota Probolinggo, Selasa (18/9/2020) sekitar pukul 08.30 WIB.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Khofifah saat memantau dan melihat pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi. Kedatangannya disambut Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo.

Turut pula mendampingi, Kepala Kemenag Mufi Imron Rosyadi, Kepala SMKN 2 Warnoto. Sebelum masuk ke ruang kelas, seluruh pejabat dan undangan termasuk wartawan, melakukan check point siaga Covid-19 di halaman SMKN 2. Seperti pengukuran suhu tubuh dengan thermogun dan cuci tangan dengan hand sanitizer.

Selanjutnya, Khofifah menuju ruang kelas melihat secara langsung proses belajar-mengajar teori tatap muka secara langsung. Kemudian gubernur menuju kelas praktek instalasi listrik dilanjutkan pemberian hadiah berupa tas kepada siswa yang kelasnya dikunjungi.

“Belajar yang rajin ya nak! Tetap jaga kesehatan. Ini ada tas dari saya,” ujarnya.

Tak hanya siswa, Khofifah juga memberikan hadiah yang sama ke seluruh pengajar sebelum meninggalkan SMKN 2 untuk selanjutnya berkunjung ke SMAN 2. Kepada wartawan, Khofifah mengatakan, kedatangannya ke SMKN 2 untuk melihat pelaksanaan uji coba proses belajar-mengacar tatap muka secara langsung antara siswa dengan pengajar (guru).

Dikatakan, hari itu dimulai secara serentak proses belajar-mengajar tatap muka se-Jawa Timur, termasuk di Kota Probolinggo. Kota atau kabupaten yang melaksanakan uji coba mulai hari itu dan seterusnya, berstatus oranye.

“Tadi saya lihat satu kelas hanya berisi 9 murid. Biasanya 36 siswa. Karena Kota Probolinggo masih oranye. Tatap muka di kelas boleh diikuti 25 persen dari siswa keseluruhan di kelas,” tandasnya.

Kalau kota atau kabupaten status covid-19 kuning, maka siswa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung 50 persen. Namun, tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan tepat. Jika status sebuah kota atau kabupaten berubah menjadi merah, maka sekolah tersebut tidak boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Karenanya, Gubernur mengatakan, akan melakukan koordinasi secara intensif dengan Wali Kota dan Bupati serta Gugus Tugas di masing masing kota atau kabupaten. Dalam kesempatan itu, Khofifah juga meminta Dandim 0820 dan Kapolresta untuk memonitoring ujicoba pembelajaran tatap muka tersebut.

“Kepala sekolah harus monitoring ketat. Kami juga minta OSIS dan UKS membantu monitoring agar uji coba ini berjalan dengan baik,” pintanya.

Ditambahkan, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka langsung digelar lanjut gubernur, sudah mendapat persetujuan dari pemerintah setempat (Wali kota atau Bupati). Uji coba tersebut bisa dihentikan, jika status daerah berubah menjadi Zona merah.

“Diteruskan atau dihentikan pembelajaran tatap muka langsung ini, tergantung pemerintah setempat. Karena Wali Kota atau Bupati yang paling tahu,” tandasnya.

Pihaknya menyetujui pembelajaran tatap muka langsung karena berbagai pertimbangan. Selain status daerah tentang Covid-19, juga pertimbangan mata pelajaran yang diikuti murid. Bidang studi yang diikuti peklajar SMK atau SMA, lebih banyak praktek ketimbang teori.

“Anak-anak belajar di rumah secara online sudah lima bulan. Pelajaran praktek kan tidak bisa dilakukan secara daring. Harus tatap muka,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...