FaktualNews.co

Pembelajaran Tatap Muka pada SMKN di Kota Probolinggo, Disebabkan Banyak Praktik

Pendidikan     Dibaca : 265 kali Penulis:
Pembelajaran Tatap Muka pada SMKN di Kota Probolinggo, Disebabkan Banyak Praktik
FaktualNews.co/Mojo
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau ruang kelas SMKN 2 Kota Probolinggo, didampingi di antaranya Wali Kota, kepala sekolah.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Diselenggarakannya pembelajaran tatap muka di SMKN 2 Kota Probolinggo, selain instruksi Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, juga karena tuntutan.

Hal ini dikatakan Kepala SMKN 2 Kota Probolinggo, Warnoto. Menurutnya, sekolah kejuruhan seperti SMKN 2 lebih banyak praktik ketimbang teori. “Kalau pelajaran keterampilan, sulit pengetrapannya kalau melalui daring (online). Harus tatap muka,” ujarnya.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Saat ditanya, apakah ada kekhawatiran dengan belajar tatap muka secara langsung di saat pendemi virus Corona belum berakhir, Warnoto menjawab, sangat khawatir sekali. Mengingat keselamatan anak lebih penting dari sekedar ilmu.

Namun, apa boleh buat, metode pembelajaran seperti itu, lanjutnya, harus dilaksanakan karena mengakomodir kepentingan anak dan tuntutan masyarakat atau orang tua yang meminta belajar di sekolah.

Disebutkan, pembelajaran tatap muka di setiap kelas hanya diikuti 9 siswa secara bergantian setiap hari. Lama mengikuti pelajaran di kelas selama 6 jam. Dengan demikian, setiap siswa mengikuti pelajaran di kelas dua kali dalam satu minggu.

“Pelajaran yang diikuti banyak praktiknya. Karena di sekolah kejuruhan seperti SMKN ini, 70 persen praktik dan 25 persen teori. Jumlah siswa kami 2.033 terdiri dari 60 rombel atau kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin meminta, pihak sekolah tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pihaknya memberi izin pembelajaran tatap muka karena selain wilayahnya sudah berstatus oranye, juga mempertimbangkan bidang studi yang diikuti siswa SKMN 2.

“Lebih banyak praktiknya ketimbang teori. Jadi lebih efektif pembelajaran tatap muka sesuai pernyataan Ibu Gubernur tadi,” katanya singkat.

Baca sebelumnya: Gubernur Khofifah Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Kota Probolinggo

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...