FaktualNews.co

Belum Ada Tersangka dalam Kasus Dugaan Penghinaan Ulama NU, Polres Pasuruan Masih Minta Pendapat Ahli

Hukum     Dibaca : 360 kali Penulis:
Belum Ada Tersangka dalam Kasus Dugaan Penghinaan Ulama NU, Polres Pasuruan Masih Minta Pendapat Ahli
FaktualNews.co/Istimewa
Banser NU dan GP Ansor Bangil yang melakukan tabayyun ke sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, FaktualNews.co – Polisi belum menetapkan tersangka terkait laporan dugaan penghinaan ulama NU dan Habib Luthfi. Polres Pasuruan masih meminta masukan dan pendapat ahli untuk menemukan konstruksi kasus yang dilaporkan Banser NU Bangil tersebut.

“Laporan itu belum masuk tahap penyidikan. Para ahli masih mendalami substansi kasus tersebut. Kita belum ada status tersangka atas laporan itu. Namanya ahli mereka juga butuh waktu untuk memahami substansi dulu,” kata Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Rifto Himawan, pada awak media Selasa (25/8/2020).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Menurut Rofiq, pihaknya ingin memastikan konstruksi kasus benar-benar matang dan substansial. Penegakan hukum, lanjut dia, tidak boleh melanggar hukum dan semena-mena.



“Kita terus berkoordinasi dengan beberapa ahli. Beliau-beliau minta waktu untuk mempelajari substansi tersebut,” terang Rofiq.

Dia mengaku harus berhati-hati dalam setiap menangani kasus. “Jangan sampai penegakan hukum, (malah) melanggar hukum. Tak boleh semena-mena dan tidak substansial,” katanya.

Kasus yang terjadi di Rembang Pasuruan itu, jelas Rofiq, bisa dijadikan cerminan bagi masyarakat agar hati-hati bermedsos. Masyarakat harus bijak menggunakan media sosial (medsos).

“Tak sebatas itu, masyarakat juga diminta hati-hati dalam statemen serta agar memperhatikan etika. Sehingga nantinya tidak melanggar Undang-Undang ITE,” pesan Rofiq.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...