Peristiwa

Adaptasi Masa Pandemi Covid-19, Jumlah Bus Beropersi di Terminal Tulungagung Baru 60 Persen

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Meski beberapa wilayah di Jawa Timur telah menerapkan pelonggaran wilayah, khususnya bagi pengguna transportasi umum menjelang masa peralihan normalitas baru di Tulungagung.

Setelah sekitar 2 bulan kembali beroperasinya moda transportasi bus pasca ditutup pada bulan Mei lalu akibat pandemi, jumlah pengguna jasa transportasi bus masih di angka yang rendah dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Selain itu, khusus untuk bus yang beroperasi di Terminal Gayatri Tulungagung berada di kisaran 150 bus, berbeda dengan sebelum masa pandemi yaitu sekitar 250 bus yang beroperasi setiap harinya.

Bahkan, dari catatan pihak terminal, selama libur panjang Agustus kemarin, juga tak kunjung meningkatkan jumlah penumpang bus antar kota dalam provinsi (AKDP) selama masa libur panjang kemarin.

Pasalnya, jika dihari biasa bisa mencapai 3000 penumpang, namun disaat pandemi ini justru hanya mencapai 1000 hingga 1600 penumpang saja.

“Catatan terbaiknya, dalam masa pandemi selama libur panjang mulai 20-23 agustus 2020 lalu, penumpang bus AKDP yang naik dan turun di Terminal Gayatri Tulungagung hanya mengalami peningkatan sekitar 40 persen saja,” papar, Kepala Terminal Gayatri Tulungagung, Dukut Siswantoyo, Minggu (30/8/2020).

Secara umum peningkatan penumpang di terminal, tidak terlalu signifikan dari hari biasanya ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Menurutnya, capaian ini justru selisih jauh jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Dukut menyatakan, selama empat hari masa libur dan cuti bersama kemarin.

“Rata-rata penumpang yang berangkat maupun naik dari Terminal Gayatri hanya menyentuh angka 1000 penumpang perharinya. Hanya saja pada tanggal 23 agustus lalu, penumpang mencapai 1600 orang,” paparnya.

Selisih jauh jika dibandingkan dengan data pada tahun lalu sebelum ada pandemi Covid-19 yang rata-rata bisa mencapai hingga 3000 penumpang perharinya.

Menurut Dukut, meski dibeberapa daerah sudah menerapkan normalitas baru. Namun, masyarakat masih tetap waspada dengan virus corona, sehingga masyarakat lebih memilih menghabiskan masa libur panjang ditempat masing-masing.

”Jika dibandingkan awal pandemi memang ada peningkatan, tapi gak banyak. Ya mungkin masyarakat masih was was, jadinya pilih liburan dirumah,” paparnya.