Hiburan

Sekilas Tentang Putri Diana, Sang Mantannya Pangeran Charles

SURABAYA, FaktualNews.co – Diana Frances Spencer, adalah mantan istri dari anak sulung Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles. Perempuan cantik yang melahirkan Pangeran William dan Harry itu lahir pada 1 Juli 1961. Kelak anaknya menjadi pewaris tahta kerajaan Inggris.

Diana merupakan anak keempat dari Edward John Spencer, yang kemudian menjadi Earl Spencer ke-8, dan istri pertamanya, Frances Ruth Roche, Viscountess Althorp. Dia dilahirkan di Park House, Sandringham, di Norfolk, Inggris. Pembaptisannya dilakukan di Gereja Santa Maria Magdalena oleh Pendeta Percy Herbert.

Setelah perceraiannya dengan Pangeran Charles pada tahun 1996, Diana mempertahankan apartemen ganda di sisi utara Istana Kensington yang telah dia bagikan dengan Pangeran Wales sejak tahun pertama pernikahan mereka.

Apartemen tersebut tetap menjadi rumahnya sampai kematiannya pada tahun berikutnya.

Dia juga memindahkan kantornya ke Istana Kensington namun diizinkan “menggunakan apartemen negara di Istana St James”.

Selanjutnya, dia terus memiliki akses ke perhiasan yang dia terima selama pernikahannya, dan Diana diizinkan untuk menggunakan transportasi udara dari keluarga kerajaan Inggris dan pemerintah.

Dalam sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2003, Paul Burrell mengklaim bahwa surat-surat pribadi Putri mengungkapkan bahwa saudara laki-lakinya, Charles Spencer, menolak untuk mengizinkannya tinggal di Althorp, Terlepas dari permintaannya.

Diana berkencan dengan ahli bedah jantung Inggris-Pakistan Hasnat Khan, yang disebut “cinta dalam hidupnya” oleh banyak teman terdekatnya setelah kematiannya, dan dia dikatakan telah menggambarkannya sebagai “Tuan Luar Biasa”.

Pada bulan Mei 1996, Diana mengunjungi Lahore atas undangan Imran Khan, kerabat Hasnat Khan, dan mengunjungi keluarga mereka yang terakhir secara rahasia.

Hubungan Diana dengan Khan sangat dirahasiakan. Bahkan, Diana berbohong kepada media yang menanyainya tentang hal itu. Hubungan mereka berlangsung hampir dua tahun. Tidak diketahui siapa yang mengakhiri hubungan mereka.

Dalam sebulan, Diana mulai melirik Dodi Al-Fayed, putra tuan rumah musim panasnya, Mohamed Al-Fayed.

Diana telah mempertimbangkan untuk mengajak anak-anaknya musim panas itu berlibur ke the Hamptons di Long Island, New York, namun petugas keamanan telah mencegahnya.

Setelah memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan ke Thailand, dia menerima undangan Fayed untuk bergabung dengan keluarganya di selatan Prancis, di mana kompleks dan detail keamanannya yang besar tidak akan menimbulkan kekhawatiran terhadap skuat Pengamanan Kerajaan.

Mohamed Al-Fayed membeli Jonikal, sebuah kapal pesiar jutaan-pound berukuran 60-meter yang diperuntukkan bagi Diana dan anaknya.

Kematian Sang Putri

Pada 31 Agustus 1997 Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dikemudikan di jalan terowong Pont de l’Alma di Paris bersama-sama dengan Dodi Al-Fayed dan sopirnya Henri Paul.

Mobil Mercedes-Benz S-Class W140 (no pendaftaran 688 LTV75) dikemudikan dari Hôtel Ritz Paris, Henri Paul mengemudi dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran para fotografer paparazzi.

Analisis darah menunjukkan Henri Paul memiliki kadar alkohol 3 kali melebihi standar Prancis dan 2 kali standar Inggris dan mengurangi kestabilan sewaktu mengemudi. Tetapi teori konspirasi menyatakan sampel darah itu milik orang lain karena biasanya pengemudi profesional tidak minum pada malam Diana berada.

Rekaman CCTV tidak menunjukkan tanda-tanda Henri Paul mabuk ketika berjalan keluar menuju mobil mereka. Michael Shrimpton turut mendukung Henri Paul tidak mabuk saat mengemudi.

Henri Paul berhasil melintasi 13 tiang terowongan tetapi kehilangan kendali. Ini disebabkan karena terowongan itu dibuat tanpa pagar logam. Semua yang berada dalam mobil tidak memakai sabuk pengaman.

Anehnya pengawal pribadi Fayed yang bernama Trevor Rees-Jones selamat. Dodi dan Diana duduk di tempat duduk belakang. Dodi dan Henri mati di tempat kejadian, sedangkan dalam 2 jam setelah dioperasi di rumah sakit, Diana kemudian meninggal. Sekitar 3 jam pascakecelakaan yang terjadi sekitar jam 1 pagi.

Pemakaman diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1,5 miliar penonton di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Beberapa fotografer paparazzi tiba di Alma. Mereka terdiri dari Serge Arnal, Christian Martinez, Stéphane Darmon dan Serge Benhamou.

Pada 13 Juli 2006, majalah Chi yang terbit di Italia menyiarkan gambar-gambar Diana menerima bantuan oksigen dari petugas medis selepas kecelakaan mobil itu. Gambar itu diambil beberapa menit selepas kecelakaan.

 

Artikel ini dikutip dari wikipedia.