FaktualNews.co

Wali Murid SMAN 1 Rogojampi Banyuwangi Keluhkan Uang Seragam dan Atribut

Pendidikan     Dibaca : 321 kali Penulis:
Wali Murid SMAN 1 Rogojampi Banyuwangi Keluhkan Uang Seragam dan Atribut
Faktualnews/konik
Gedung SMAN 1 Rogojampi Banyuwangi tampak dari depan.

BANYUWANGI, FaktualNews.co-Sejumlah wali murid atau orang tua murid SMAN 1 Rogojampi Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kewajiban membeli atribut sekolah dan seragam.

orang btua murid, inisial NN, AJ, dan SH menyayangkan praktik penjualan tersebut, yang dikatakan dilakukan koperasi di lingkup sekolah.

“Saya kecewa, sekolah mewajibkan orang tua murid membeli atribut sekolah mulai dari seragam hingga LKS. Padahal sebenarnya itu tidak diwajibkan membelinya di sekolah,” terang NN, Rabu (2/9/2020).

Dikatakan NN, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolahan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pasal 181a secara jelas tertulis mengenai larangan itu.

Yakni pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Bukan hanya guru maupun karyawan sekolah, sambung orang tua murid tadi, komite sekolah pun dilarang menjual buku maupun seragam sekolah.

“Itu sebagaimana diatur dalam Pasal 12a, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah,” sambung NN.

Di pasal itu tertulis, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.

NN menambahkan, di tengah pandemi ini sebagai wali murid merasa ditekan. Sebab, jika semuanya belum lunas minimal membayar separuh dari nominal yang di tentukan koperasi sekolah, maka atribut almamater sekolah tidak diberikan.

“Pekerjaan susah karena pandemi, akan tetapi pihak sekolah menekan harus melunasi semua. Tidak ada toletansi sedikitpun kepada wali murid. Penjelasan pihak koperasi tadi, jika belum membayar minimal separuh dari nominal, atributnya tidak diserahkan,” lanjutnya.

Wakil kepala sekolah SMAN 1 Rogojampi Ahmad Faisol tidak membantah ada kewajiban membeli seragam dan atribut tersebut.

Dia berkilah, itu dilakukan karena pemerintah belum menjamin terpenuhinya kebutuhan barang-barang tadi.

“Dengan peraturan tersebut pemerintah apa menjamin itu semua? Sedangkan faktanya di lapangan semua kelangkeban (kebingungan). Pulsa saja yang dijanjikan belum bisa dinikmati sampai sekarang,” kilahnya, Rabu (2/9/2020).

Sedangkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi, Istu Handoko, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum menanggapi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...