FaktualNews.co

Buntut Kehadiran Wabup ber-ID Card Tim Bapaslon

Pansus Pilkada DPRD Jember Bakal Panggil KPU dan Bawaslu

Parlemen     Dibaca : 135 kali Penulis:
Pansus Pilkada DPRD Jember Bakal Panggil KPU dan Bawaslu
FaktualNews.co/Muhammad Hatta
Ketua Pansus Pilkada DPRD Jember, Thobroni.

JEMBER, FaktualNews.co – Pansus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DPRD Jember berencana memanggil KPU dan Bawaslu terkait kehadiran Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arif di KPU saat pendaftaran Bapaslon Faida-Vian, Minggu (6/9/2020) lalu.

Ketua Pansus Pilkada Jember, Thobroni, menyebut kemungkinan Kamis besok akan mengirim surat ke KPU dan Bawaslu.

“Karena surat (pemanggilan) itu, akan kita lakukan secepatnya. Mungkin besok (Kamis) kita panggil,” katanya Ketua Pansus Pilkada Jember, Thobroni, kepada wartawan di Gedung Parlemen, Rabu (9/9/2020).

Menurut Thobroni, pihaknya akan meminta klarifikasi dan mendorong KPU dan Bawaslu untuk memberi penjelasan kepada publik.

“Kami akan meminta KPU dan Bawaslu, untuk memberikan penjelasan kepada publik, terkait posisi Wakil Bupati yang hadir menemani salah satu calon, dan menggunakan ID card (kartu tanda pengenal, red), sebagai Tim Paslon,” kata

Menurut Thobroni, klarifikasi dari KPU dan Bawaslu itu penting.

“Apakah benar atau salah, Wakil Bupati sebagai pejabat datang dan ikut dalam pendaftaran calon itu,” katanya.

Sebagai bentuk pengawasan, kata legislator dari PDI Perjuangan ini, patut d8cermati agar fasilitas negara jangan sampai dimanfaatkan dan digunakan dengan cara yang salah.

“Semisal untuk memenangkan calon. Lah, Wabup ini kan jabatan politik. Pada posisi pejabat dia ini (Wakil Bupati), jabatan yang melekat yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Tidak bisa kemudian beralasan sebagai warga biasa. Harusnya menahan diri, dan menjaga etika politik,” ujarnya.

Lebih jauh Thobroni menyampaikan, terkait siapa yang hadir dan mendampingi calon kepala daerah saat masuk dalam ruangan verifikasi, harusnya berstandar.

“Apakah itu calon, keluarganya, ataupun tim seperti LO, juga ketua atau sekretaris politik. Lah ini harus jelas. Bahkam Bawaslu pun juga harus bertindak dan mengawasi dengan baik, tidak hanya mendiamkan begitu saja,” tandasnya.

Sementara itu menurut Anggota DPRD Jember lainnya David Handoko Seto, dirinya mengkritisi tindakan yang dilakukan Wabup Abdul Muqiet Arif itu.

Kata pria yang dulu mendukung Faida-Muqiet Arif saat Pilkada 2015 itu, tindakan yang dilakukan wabup dengan mendampingi calon mendaftar di KPU patut dipertanyakan.

“Kami kepada Plt atau PJ bupati ini, pihaknya harus netral. Karena masa pilkada ini harus bersikap hati-hati,” katanya.

Tim Pansus yang dibentuk oleh DPRD Jember itu pun, akan mengawasi ketat segala proses pilkada yang berlangsung ini.

“Termasuk netralitas ASN yang ada di Jember, termasuk Plt dan PJ yang ditunjuk siapapun dia,” tegasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...