FaktualNews.co

Pengamanan Pilkada Jember, Polisi Terapkan Strategi TFG, Libatkan 10.910 Personel

Keamanan     Dibaca : 100 kali Penulis:
Pengamanan Pilkada Jember, Polisi Terapkan Strategi TFG, Libatkan 10.910 Personel
Faktualnews/Hatta
Simulasi pengamanan Pilkada Jember 2020 dengan TFG

JEMBER, FaktualNews.co-Polres Jember mempersiapkan pola pengamanan dengan menggunakan Tactical Floor Game (TFG). Selain itu, terkait pelaksanaan pengamanan, akan ada 10.910 personel gabungan yang akan dikerahkan.

Personel sebanyak itu tidak hanya dari unsur kepolisian, tetapi juga dari TNI dan Linmas Pemkab Jember.

Hal itu diungkapkan Kabagops Polres Jember Kompol Agus Supariyono saat simulasi pengamanan pilkada yang akan dilakukan, di halaman Mapolres Jember, Rabu (9/9/2020).

“Dengan simulasi Sandi Operasi Mantap Praja, nantinya kami menyiapkan sistem dan pola pengamanan Pilkada Jember 2020,” kata Agus di Mapolres, Rabu (9/9/2020).

Sejauh ini dalam kegiatan simulasi menggunakan TFG tersebut, pihaknya melalukan simulasi tentang Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) pada masa Pilkada ini.

“Sejauh ini kami sudah banyak melakukan beberapa persiapan, antara lain pelatihan pra operasi dengan pembekalan materi dan simulasi di lapangan,” katanya.

Sebanyak 10 ribu lebih personel dari unsur gabungan juga disiapkan.

“Ada kurang lebih 10.910 personel gabungan yang kami siapkan. Nantinya akan tersebar ke seluruh wilayah Kabupaten Jember,” katanya.

Secara rinci personel yang dikerahkan diantaranya dari Polisi 806 anggota, TNI 450 personel.

“Serta sebanyak 9.454 personel Linmas. Selain itu, kami juga dibantu oleh 200 personel brimob BKO Polda Jawa Timur,” sambungnya.

Lebih jauh Agus menjelaskan, tiap tahapan Pilkada ada kerawanan-kerawanan yang harus diantisipasi. Yang menjadi fokus pihaknya adalah seluruh wilayah se Kabupaten Jember.

“Tapi untuk (tempat) pemungutan suara nanti, ada 4 TPS yang (jadi titik fokus) rawan, antara lain 2 TPS di desa Mulyorejo Kecamatan Silo dan sisanya di desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo,” ungkapnya.

Titik tersebut dianggap rawan karena jarak tempuhnya cukup jauh. “Kegiatan ini semua bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Pilkada Jember 2020 bisa berjalan tertib, lancar, dan aman,” katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi mengaku terbantu dengan adanya simulasi pengamanan yang nantinya dilakukan pihak kepolisian.

Dirinya mengaku merasa terbantu dengan pola pengamanan yang nanti diterapkan.

“Terutma di titik rawan seperti di (kecamatan) Silo dan tempurejo, serta wilayah-wilayah lain, yang kendalanya adalah soal topografi wilayah. Tapi tadi sudah dipaparkan dengan jelas dan disimulasikan dengan baik, tinggal nanti pelaksanaan dan prosesnya,” kata Hanafi saat ditemui di Mapolres Jember.

Hanafi mengatakan, untuk di masa pandemi Covid-19 ini yang membuat menjadi beda.

“Yakni bagaiman protokol-protokol kesehatan itu tetap kita terapkan. Agar memberikan rasa aman bagi kita (penyelenggara Pilkada) dan juga masyarakat,” katanya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...