FaktualNews.co

Satu Bacawali Positif Covid-19, KPU Surabaya: Harus Isolasi Mandiri!

Kesehatan     Dibaca : 219 kali Penulis:
Satu Bacawali Positif Covid-19, KPU Surabaya: Harus Isolasi Mandiri!
Faktualnews/risky prama
Komisioner KPU Kota Surabaya, Soeprayitno

SURABAYA, FaktualNews.co-Satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota Surabaya, terkonfirmasi Positif Covid-19. Hal itu diketahui setelah KPU Kota Surabaya mendapatkan surat pemberitauan dari RSUD dr Soetomo Surabaya yang diterimanya, Rabu (9/9/2020).

Soeprayitno Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya mengungkapkan, diketahuinya kasus ini bermula setelah tes swab pada 7 September, berikutnya 8-9 September masa pemeriksaan kesehatan.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Berdasarkan absensi di RS Graha Amerta, Bapaslon Machfud Arifin-Mujiaman belum hadir. Dan hari ini kami baru saja menerima surat pemberitahuan dari RSUD dr Soetomo. Surat itu berisi, satu bapaslon dinyatakan positif,” kata Soeprayitno, Komisioner KPU Surabaya, Rabu (9/9/2020).

Dengan kondisi ini, KPU Surabaya langsung meneruskan keterangan hasil swab itu kepada bapaslon yang positif Covid-19. KPU Surabaya mengimbau agar bapaslon itu mengisolasi mandiri.

“Artinya tidak hanya bagi Bakal Calon Wali kotanya dalam rangka penyembuhan, tapi juga bakal calon wakil walikotanya agar tidak tertular,” ucapnya.

Nano, sapaan akrab Soeprayitno, menambahkan, KPU Surabaya tidak menutup-nutupi informasi. Hanya saja memang belum menerima keterangan resmi dari RSUD dr Soetomo mulai kemarin.

Dan baru hari ini mendapatkan surat yang jelas dari RSUD dr Soetomo. “KPU tidak menutupi, karena masih menunggu surat resmi dari RS,” tambahnya.

Bakal Calon Wali Kota yang positif ini, diwajibkan isolasi mandiri sampai 17 September. Tapi kalau memang dibutuhkan waktu lagi, akan ditambah tiga hari lagi. Sehingga, jadwal pemeriksaan kesehatan atau general checkup bisa di tanggal berikutnya.

“Atas saran dari RSUD dr Soetomo dan IDI Jatim, isolasi harus dilakukan hingga 17 September. Kalau hasil pemantauan kesehatan baik, dilanjutkan 18 September pemeriksaan kesehatan. Kalau belum baik, ditambah 3 hari lagi. Sehingga pemeriksaan kesehatan dilakukan 21-22 September,” imbuhnya.

Nano memastikan, saat pasangan calon mendaftar kemarin mereka dikuatkan bukti tertulis hasil PCR negatif. “Saya tidak menyebut nama lo ya. Salah satu dari satu bapaslon. Barulah setelah tes swab lagi, hasilnya positif,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...