FaktualNews.co

Pelayanan IGD RSUD Bangil Pasuruan Ditutup Sementara, Ada Apa?

Kesehatan     Dibaca : 220 kali Penulis:
Pelayanan IGD RSUD Bangil Pasuruan Ditutup Sementara, Ada Apa?
Faktualnews/abdul
Ruang IGD RSUD Bangil yang pelayanannya ditutup sementara.

PASURUAN, FaktualNews.co-Manajemen RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, menutup sementara di pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), selama lima hari. Penutupan dilakukan sebagai upaya untuk sterilisasi ruangan pelayanan tersebut, serta peralatan kedokteran.

“Dengan banyaknya pasien yang datang, kami bersama manajemen RSUD Bangil menutup pelayanan IGD lima hari ke depan. Ini hanya berlaku untuk IGD saja,” ujar Sekretaris Daerah Pemkab Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, di RSUD Bangil, Kamis (10/9/2020) siang.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Dikatakan, meningkatnya jumlah pasien Covid di Kabupaten Pasuruan, jadi salah satu penyebab ditutupnya IGD RSUD Bangil.

“Semua alat-alat kedokteran dilakukan pembersihan. Agar tenaga di RSUD bisa melakukan pelayanan pada pasien, tanpa ada risiko dari tenaga kesehatan terpapar Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya, juga lakukan koordinasi dengan menggandeng rumah sakit lainnya. Baik itu rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah lainnya.

“Kami tetap lakukan pelayanan kesehatan pada masyarakat, tapi untuk pelayanan lainnya. Nanti sudah normal, IGD akan dibuka lagi,” ujar Anang.

Plt Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan penutupan lima hari ke depan hanya untuk pelayanan IGD saja. Sedangkan, pelayanan persalinan tetap buka.

“Jadi masyarakat tidak perlu resah. Tetap kami layani seperti biasanya. Tapi untuk pasien Covid-19, akan dirujuk ke rumah sakit lainnya,” tutur dia.

Ia tak menampik ada beberapa tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Bangil yang Covid-19. Namun setelah dilakukan isolasi dan treatment ketat, para nakes dinyatakan sembuh semua.

“Penutupan sementara ini karena ada risiko yang tinggi. Jadi perlu sterilisasi total,” ucap Arma.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...