FaktualNews.co

Angka Kehamilan di Tulungagung, Tak Terpengaruh Stay at Home Covid-19

Peristiwa     Dibaca : 274 kali Penulis:
Angka Kehamilan di Tulungagung, Tak Terpengaruh Stay at Home Covid-19
FaktualNews.co/Latif Syaipudin
Eko Sumaryono, Kabid Dalduk Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Sosial KB PP dan PA Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Masa pandemi yang mengharuskan stay at home, tidak membuat angka ibu hamil di Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan. Sama dengan sebelum masa wabah, angka ibu hamil berada pada kisaran angka normal yaitu 2,6 persen per bulannya.

Persentase tersebut, diperolah dari penghitungan jumlah pasangan usia subur (PUS) yang berusia antara 19-50 tahun. Jumlah PUS di Tulungagung, rata-rata sekitar 208.000 dengan jumlah ibu hamil sekitar 2.500 orang.

Sesuai data yang dirilis oleh Dinas Sosial, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Data bulan Juni 2020 yaitu 207.298 PUS, dengan jumlah ibu hamil 5.493 orang.

“Isu adanya kehamilan yang naik di karena pandemi Covid-19, kalau di Tulungagung tetap normal. Mungkin baby boom di Kabupaten lain ya bisa saja terjadi,” jelas, Eko Sumaryono, Kabid Dalduk Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Sosial KB PPPA Tulungagung, Sabtu (12/9/2020).

Angka kehamilan di Tulungagung, sesuai catatan yang ada di kisaran 2,6 persen. Mulai bulan Januari hingga Juni, atau terhitung selama satu semester.

Sementara itu, faktor terjaganya jumlah ibu hamil di Tulungagung, yaitu karena faktor sebagian besar ibu rumah tangga bekerja menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia).

“Kalau di sini kan, ada sekitar 154 ribu peserta KB aktif, kemudian sisanya jadi PMI, padahal kalau suaminya jadi PMI, istrinya juga dianjurkan harus KB,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah populasi penduduk di Tulungagung yaitu sebesar 1 juta 35 ribu sekian. Dengan laju pertumbuhan penduduk 0,48 persen.

“Jadi untuk faktor kehamilan itu dapat dikatakan terkendali, dan yang menjadi perhatian kita adalah pernikahan dini, yaitu mencapai 238 kasus dari 2.953 jumlah pernikahan per bulan Juli,” pungkasnya.

 

Iklan Cukai Lamongan
Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...