FaktualNews.co

Struktur Bata Kuno Era Pra-Majapahit Ditemukan di Pekarangan Warga Nganjuk

Sosial Budaya     Dibaca : 246 kali Penulis:
Struktur Bata Kuno Era Pra-Majapahit Ditemukan di Pekarangan Warga Nganjuk
Faktualnews/istimewa
Petugas Disparporabud Nganjuk saat mengecek penemuan struktur batu bata kuno.

NGANJUK, FaktualNews.co-Warga  Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk menemukan struktur bata kuno di desa setempat. Diduga struktur bata ini peninggalan era sebelum Kerajaan Majapahit.

“Hari Sabtu (12/9/2020) kemarin ada laporan dari warga peduli cagar budaya, Pak Burhani. Pak Burhani berdasarkan laporan temannya,” kata Kepala Seksi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk, Amin Fuadi, Senin (14/9/2020).

Ia melanjutkan, setelah menerima laporan warga, petugas Disparporabud terjun ke lokasi hari itu juga. Kedatangan petugas untuk melakukan pendataan atas stuktur kuno tersebut.

Dari situlah diketahui struktur bata kuno ini berada di pekarangan Thaip, warga setempat. Lokasi struktur bata kuno berada di tepi sungai kecil yang membelah desa.

Adapun panjang batu bata mencapai 32 sentimeter, lebar 21-22 sentimeter, dengan ketebalan sekitar delapan sentimeter.

“Ukuran batanya seukuran dengan bata yang di Situs Sumbergayu di Desa Klurahan juga yang berjarak 300 meter di sebelah timurnya lokasi temuan saat ini,” jelas Amin.

Ia menduga struktur batu bata kuno ini dulunya merupakan talud. Ini baru sebatas dugaan. Sebab masih diperlukan pendalaman lebih jauh atas struktur tersebut.

“Butuh pendalaman lagi, mengingat yang terlihat baru sebagian saja. Rencana akan kami lakukan ekskavasi pendahuluan dengan test speed pada beberapa titik,” tutur Amin.

Struktur batu bata kuno yang ditemukan warga diduga sezaman dengan Situs Sumbergayu. Diperkiraan struktur kuno ini dibangun sebelum Majapahit.

“Belum bisa diprediksi berupa apa. Sementara berdasarkan info pinisepuh setempat, dijelaskan sekitar tahun 60-an pernah ditemukan tulang hewan yang cukup besar,” katanya.

“Tulang-tulang hewan itu ditemukan saat membuat bata pada kedalaman sepinggul orang dewasa. Letaknya dua meter di selatan dinding talud tersebut,” pungkas Amin.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...