FaktualNews.co

Keluarga Pengajar Positif Covid-19, SMAN 1 Kapongan dan SMAN 1 Asembagus Situbondo Ditutup

Kesehatan     Dibaca : 395 kali Penulis:
Keluarga Pengajar Positif Covid-19, SMAN 1 Kapongan dan SMAN 1 Asembagus Situbondo Ditutup
Faktualnews/Fatur
Sugiyono Eksantoso, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co– Dua sekolah jenjang SLTA di Kota Situbondo ditutup untuk sementara. Kedua sekolah itu SMAN 1 Kapogan dan SMAN 1 Asembagus.

Itu dilakukan menyusul adanya keluarga dari tenaga pengajar di dua sekolah sekolah itu terkonfirmasi positif Covid-19.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Kepala Dinas Cabang Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bondowoso, Sugiyono Eksantoso membenarkan dua sekolah tersebut tutup total sejak sejak Rabu 16 September 2020 lalu.

“Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, saya minta dua sekolah tersebut untuk lockdown selama 14 hari ke depan,”kata Sugiyono, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, sebelumnya, baik SMAN 1 Kapongan maupun SMAN 1 Asembagus, telah melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Namun, karena pada dua sekolah keluarga tenaga pengajar terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga pembelajaran kembali berbasis daring.

“Semua pekerjaan di dua sekolah itu diselesaikan di rumah. Siswa tidak boleh masuk dulu,” jelasnya.

Sugiyono mengaku, penularan keluarga guru SMAN 1 Kapongan dan SMAN 1 Asembagus diduga dari luar daerah. Sebab, dikabarkan pernah melakukan perjalanan keluar kota.

“Perkembangannya, ada salah satu guru yang juga terkonfirmasi. Setelah swab, ternyata positif,” kata Sugiyono.

Keputusan langsung menutup SMAN 1 Kapongan dan SMAN 1 Asembagus untuk mengantisipasi penyebaran Virus Korona lebih luas.

Sugiyono mengatakan, pihaknya tidak ingin muncul klaster pendidikan. “Anak-anak kita ini harus segera diselamatkan,” imbuhnya.

Untuk lembaga pendidikan jenjang SMA maupun SMK yang lain, masih belum ditemukan ada kasus. Karena itu, proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

“Bahkan, ada penambahan jumlah sekolah yang mengadakan pembalajaran tatap muka,” kata Sugiyono.

Dia mencontohkan salah satu SMK di Kecamatan Kendit. Sebelumnya, sekolah kejuruan itu melaksanakan pembalajaran dari rumah.

“Karena sudah memenuhi syarat dan mendapatkan rekom gugus tugas, sekarang diperbolehkan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...