FaktualNews.co

Krisis Air 9 Desa di Lumajang, BPBD Kirim 105 Ribu Liter Tiap Hari

Peristiwa     Dibaca : 230 kali Penulis:
Krisis Air 9 Desa di Lumajang, BPBD Kirim 105 Ribu Liter Tiap Hari
FaktualNews.co/Efendi Murdiono
Suasana dropping air dengan antrean warga.

LUMAJANG, FaktualNews.co – Menjelang akhir bulan September 2020 tidak kurang dari sembilan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang mengalami krisis air bersih.

BPBD Kabupaten Lumajang mengirim setidaknya 21 mobil tangki air bersih berkapasitas 5 ribu liter setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga tiga kecamatan, yakni Kecamatan Randuagung, Kecamatan Klakah dan Kecamatan Ranuyoso.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Setyawan, pengadaan air bersih itu dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur atas persetujuan Gubernur, Khofifah Indar Parawansa.

Dia mengatakan, mengatakan distribusi air bersih ke wilayah krisis tersebut akan terus dilakukan sampai musim penghujan datang dan air sudah gampang didapat.

“Sementara ini, dalam sehari kita melakukan dropping 105 ribu liter air ke daerah-daerah krisis di tiga kecamatan tersebut,” kata Setyawan, Jumat (25/9/2020).

Menurut Setyawan menjelaskan, wilayah krisis air bersih akan bertambah bila musin hujan mundur dari prakiraan. BPBD, kata dia, sudah melakukan pemetaan wilayah dusun desa kecamatan melalui pengalaman di tahun kemarin.

“Ini akan terus berkembang sehingga harus menyiapkan penambahan dana dan waktu dropping”, kata mahasiswa S2 fakultas Teknik Sipil.

Sementara soal teknis distribusi, Bagian logistik BPBD Lumajang, Galuh mengatakan, pihaknya tidak bisa bergerak cepat karena keterbatasan tandon air di lokasi penerima suplai air. Tando yang tersedia di lokasi, tidak mampu menampung kiriman air, sehingga air langsung diisikan ke jeriken warga.

Untuk mempercepat proses pendistribusian air ke lokasi terdampak, katanya, perlu adanya penambahan tandon air.

“Kalau tandon tercukupi, kita isi langsung kita menuju ke titik lain. Sementara yang dihadapi di lapangkan, antrean pengisian jeriken yang dibawa warga,” tutur Galuh.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh