FaktualNews.co

JIAD Kecam Surat yang Melarang Rumah di Mojokerto untuk Beribadah

Peristiwa     Dibaca : 196 kali Penulis:
JIAD Kecam Surat yang Melarang Rumah di Mojokerto untuk Beribadah
Faktualnews/istimewa
Ketua JIAD Jatim Aan Anshori.

MOJOKERTO, FaktualNews.co-Jaringan Islam Anti Deskriminasi (JIAD) Jawa Timur, mengecam beredarnya surat pemberitahuan yang melarang penggunaan sebuah rumah untuk ibadat. Surat itu diterima Ketua JIAD melalui salah satu WhatsApp Group (WAG) yang diikutinya.

Surat itu sendiri diduga dikeluarkan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngastemi Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, diteken Kades H Muhtadi. Isinya meminta warganya, Sumarmi, agar tidak menggunakan rumahnya untuk kegiatan ibadah.

“Jika ingin dianalogikan, larangan ini persis seperti pemdes tengah melarang sebuah rumah untuk kegiatan dibaan, tahlilan, atau pengajian yang hal itu hampir tidak mungkin terjadi di Mojokerto,” ungkap Aan Anshori, saat di Jombang, Minggu (26/9/2020).

Selain itu, tegas Aan, jika benar surat yang beredar itu melibatkan banyak orang, merupakan bukti adanya indikasi penghalangan kegiatan ibadah yang telah dijamin oleh konstitusi.

“Kami mengecam surat ini karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Surat ini juga bertentangan dengan ajaran Islam yang aku imani, yang memberikan jaminan keadilan bagi setiap orang termasuk nonislam, serta kemerdekaan beragama,” tandas Aan, yang juga aktivis GusDurian.

Aan Anshori menambahkan, sebelumnya juga sudah pernah ada kejadian memalukan oleh institusi sekolah negeri yang berada di Mojosari Mojokerto, terkait dugaan kekerasan teologis kepada beberapa siswa/i oleh oknum sekolah.

Aan Anshori juga mengingatkan akan kejadian mengenaskan yang dialami satu keluarga di wilayah Ngares Kidul, terkait pembongkaran dan pemimdahan makam hanya karena semasa hidupnya, orang yang dimakamkan itu beragama Kristen.

Aan sekali lagi sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Sumarmi ini. Sebab, Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai daerah yang sering mencitrakan diri sebagai penerus tradisi Majapahit yang toleran, namun kini telah digangsir terus menerus oleh kelompok intoleran.

“Saya kira, apa yang sedang dialami Ibu Sumarmi di Desa Ngatemi merupakan rententan akibat mengerasnya gerakan Islam radikal yang menyusup hingga birokrasi desa,” lanjutnya.

Sebelum memungkasinya Aan Anshori selaku ketua JIAD Jatim berharap bagi siapapun yang mengaku dirinya Pancasilais, maupun Islam Indonesia, tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.

“Mojokerto terlalu penting dan berharga untuk diserahkan begitu saja kepada kelompok intoleran radikal – ekstrem berkedok Islam,” tandasnya.

Tangkap layar surat pemberitahuan larangan penggunaan rumah sebagai tempat ibadah di Mojokerto.

Penulis: Daniel Eko

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...