Lingkungan Hidup

Antisipasi Banjir Pada Musim Penghujan, Dinas PU Bina Marga Normalisasi Sungai

SURABAYA, FaktualNews.co – Menghadapi datangnya musim hujan yang diprakirakan mulai awal bulan November, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemerintah Kota Surabaya melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi luapan dan genangan air.

Langkah antisipasi itu dilakukan mulai dari peninggian tanggul Kali Lamong, penambahan pompa hingga pengerukan berbagai saluran dan bozem.

Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Eko Yuli Prasetya mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, awal musim hujan di Kota Surabaya diprediksi pada awal Bulan November 2020. Makanya, pihaknya terus melakukan berbagai antisipasi untuk mencegah genangan.

“Bidang pematusan itu dibagi menjadi lima wilayah atau lima rayon yang mencover semua wilayah di Kota Surabaya. Masing-masing rayon itu terus melakukan berbagai antisipasi penanganan genangan,” kata Eko di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2020).

Ia mencontohkan Rayon Tandes yang mencover wilayah Surabaya Barat dan sebagian wilayah utara yang saat ini terus fokus melakukan peninggian tanggul Kali Lamong. Menurutnya, peninggian tanggul ini sangat penting karena seringkali ada luapan dari Kali Lamong, sehingga di wilayah mereka tanggulnya ditinggikan.

“Jadi, sepanjang 2 kilometer itu ditinggikan semuanya. Ketinggiannya hampir sekitar 5 meter dari permukaan normal tanggul Kali Lamong. Peninggian itu sudah sama dengan tanggul eksisting yang dibuat oleh BBWS Bengawan Solo. Bedanya hanya kalau yang BBWS konstruksinya permanen dan ada dinding penahannya, tapi kalau yang kita pakai urugan tanah yang dikerjakan sendiri oleh teman-teman Pematusan,” kata Eko.

Selain itu, pihaknya juga terus menambahkan beberapa pompa kecil yang dipasang di beberapa saluran untuk mengurangi air. Pemasangan pompa yang kapasitasnya sekitar 1,5 meter kubik itu dikerjakan sendiri oleh Bidang Pematusan.

“Nah, pompanya itu berasal dari bekas pompa yang sudah tidak dipakai karena adanya penambahan kapasitas pompa. Jadi kan di beberapa rumah pompa itu ada penambahan kapasitas, yang biasanya hanya 1,5-2 meter kubik diganti menjadi 5 meter kubik, lha yang 1,5-2 meter kubik yang sudah bekas itu dipasang lagi oleh teman-teman untuk mengurangi air di beberapa tempat,” kata dia.

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 4 pompa kecil yang dipasang sendiri oleh Satgas Pematusan. Keempatnya dipasang di saluran dekat Korem, saluran di dekat rumah sakit ontology, kemudian di Pantai Batu Kenjeran, dan juga di saluran underpass Mayjen Sungkono.

“Tentunya, pompa-pompa kecil ini dapat membantu mengurangi debit air ketika ada genangan di wilayah tersebut,” ucapnya.

Yang tak kalah pentingnya, Satgas Pematusan saat ini juga tengah fokus pada pengerukan saluran di berbagai titik di Kota Pahlawan. Selain saluran, mereka juga melakukan pengerukan di bozem-bozem di Surabaya.

“Supaya kapasitas saluran dan bozem itu nanti bisa bekerja maksimal, maka kami terus lakukan pengerukan dan normalisasi saluran eksisting itu. Bahkan, sekitar 1.400an Satgas PU dan Pematusan difokuskan untuk melakukan pengerukan,” pungkasnya.