FaktualNews.co

Perupa di Tulungagung Manfaatkan Kaca Bekas Untuk Melukis

Sosial Budaya     Dibaca : 267 kali Penulis:
Perupa di Tulungagung Manfaatkan Kaca Bekas Untuk Melukis
FaktualNews.co/Latif Syaipudin
Budianto saat melukis kaca di rumahnya.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Sebuah kaca bekas bus biasanya merupakan benda yang tak bernilai sama sekali. Namun ditangan pria asal Desa Majan Kecamatan Kedungwaru, benda tersebut bisa bernilai hingga jutaan rupiah.

Budianto (45), merupakan pelukis kaca modern. Ditangan kreatifnya, kaca bus bekas yang tidak terpakai dia jadikan media lukis.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Tak tanggung-tanggung ia telah menekuni lukis kaca sejak 20 tahun lalu. Mulanya kala itu dia merupakan pelukis kanvas pada umumnya. Hingga akhirnya seorang temannya mulai memperkenalkan lukisan dengan media kaca. Dirinya pun tertarik untuk mencoba lantaran menurutnya hal itu betbeda dari pelukis mainstream.

”Kebetulan setelah itu ada workshop melukis kaca di Surabaya. Setelah dari workshop itu saya mulai memfokuskan melukis di media kaca pada 2005 lalu,” ungkap Budianto saat ditemui di rumahnya, Jumat (2/10/2020).

Bukan hanya kaca bekas bus saja, barang-barang pecah belah seperti toples dan botol bekas pun juga bisa dipergunakannya.

”Sekarang saya melukis di kaca bus yang tidak terpakai. Dan ketika saya mau beli kacanya, malah saya tidak diperbolehkan. Jadi bisa dibilang modal awanya sangat ekonomis,” terangnya.

Secara teknis metode yang dilakukan dalam melukis di atas kaca terbilang berbeda dari atas kanvas. Menurutnya, jika melukis di kanvas metode yang digunakan yakni menggambar dulu background lalu diteruskan ke hiasan dan gambar yang menjadi objek.

Sedang gambar di atas kaca justru sebaliknya, yakni menggambar objek terlebih dahulu hingga sentuhan akhir yakni background dari lukisan tersebut. Menurutnya, tingkat kesulitan melukis diatas kaca sangat tinggi lantaran harus menunggu cat kering terlebih dahulu baru bisa melanjutkan proses penambahan cat lain.

“Kalau soal waktu, kita cenderung lebih lama. Karena menunggu kering baru lanjut, dan tidak bisa sekali jadi, harus sabra,” jelas Budi.

Disinggung harga karya lukisan kacanya, Budi menyebut pada dasarnya dalam dunia seni tidak ada harga patokan untuk setiap karya seni. Namun selama ini, dirinya menjual karyanya mulai harga Rp. 1,5 juta ke atas. Tergantung tingkat kesulitan dalam pengerjaan lukisan kaca tersebut.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...