FaktualNews.co

Berbeda dengan Daerah Lain, Petani di Kota Surabaya Tak Kesulitan Pupuk Subsidi

Pertanian     Dibaca : 329 kali Penulis:
Berbeda dengan Daerah Lain, Petani di Kota Surabaya Tak Kesulitan Pupuk Subsidi
Faktualnews/risky prama
Petani Padi di Bogangin Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co-Berbeda dengan petani daerah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, petani Kota Surabaya tidak kekurangan pupuk untuk menyuburkan tanaman mereka.

Seperti yang disampaikan Supardi, (60) warga Bogangin, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya ini.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Ia menjelaskan, dirinya menanam padi di lahan milik orang lain, sehingga ia harus menyewa lahan yang ia tanam padi dengan luas satu hektare.

Namun terkait pupuk subsidi dari pemerintah, dirinya tidak merasa kekurangan selama dirinya menjadi petani padi sejak 20 tahun ini.

Selain itu, harga relatif terjangkau, terlebih lagi dengan adanya kartu tani, sehingga harga tidak terlalu mahal. Untuk per sak harga pupuk berat 50 kilogram, harga tebusnya Rp 90.000. Untuk membeli pupuk sendiri melalui kelompok petani (poktan).

“Jadi masalah pupuk tidak ada kesulitan. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah ini sudah ada di kelompok tani. Jika pupuk datang kami petani pasti dikabari. Masalah harga masih terjangkau,” kata Supardi, petani padi, Sabtu (3/10/2020).

Hanya saja, terkait lahan, petani di sini tidak punya lahan sendiri, sehingga harus menggarap lahan orang lain.

“Kalau diminta pemiliknya, otomatis tidak tanam padi lagi. Saat ini susah untuk cari lahan sendiri, karena sudah banyak yang dibangun untuk gedung-gedung bertingkat,” tambahnya.

Supardi berharap, agar pupuk bagi para petani ini terus ada, sehingga para petani tidak membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal. Sehingga memberatkan petani.

“Harapan kami para petani agar pupuk tidak langka, sehingga kami tidak membeli pupuk nonsubsidi yang memberatkan petani,” harapnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...