FaktualNews.co

Tiga Desa di Nganjuk Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Konsumsi Air Keruh dan Asin

Lingkungan Hidup     Dibaca : 139 kali Penulis:
Tiga Desa di Nganjuk Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Konsumsi Air Keruh dan Asin
FaktualNews.co/R.M Gawat
Seorang warga Desa Pule, Kecamatan Jatikalen menciduk air di galian dangkal di sungai untuk kebutuhan konsumsi.

SURABAYA, FaktualNews.co – Sejak sebulan bulan terakhir, warga tiga desa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengalami kekeringan. Ketiga desa tersebut yakni Desa Ngepung Kecamatan Lengkong, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Ngetos dan Desa Pule, Kecamatan Jatikalen.

Untuk mendapatkan air bersih, mereka terpaksa menggali sumur dangkal di tepi sungai yang telah mengering. Sumber air yang didapat dari galian itu selain sedikit juga keruh dan asin. Namun karena terpaksa, warga tetap memakainya untuk kebutuhan konsumsi.

Di Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, ada 62 jiwa dari 23 kepala keluarga yang mengalami kesulitan air bersih.

Sumarmi, warga Desa Pule, Kecamatan Jatikalen mengatakan, krisis air di kampungnya terjadi sejak satu bulan lalu. Untuk kebutuhan sehari hari-hari, dia dan warga lainnya mengandalkan sumber air dari sungai “Beng” yang tak jauh dari rumah mereka.

“Jika sumber air di sungai tersebut tidak mengalir, kata Sumarmi, warga pun terpaksa membeli air bersih di desa tetangga sejauh 3 kilometer di wilayah Kabupaten Jombang,” terang Sumarmi.

Meski telah mendapatkan bantuan droping air bersih dari pemerintah ia berharap pemerintah segera bertindak mencarikan solusi untuk mengatasi bencana kekeringan di desa mereka.

Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk, soekonjono, mengatakan, berdasarkan hasil asesmen tim BPBD, pihaknya telah melakukan droping air sebanyak satu truk tangki berkapasitas 5000 liter ke warga desa terdampak. Selain itu, pihaknya juga telah  mengirimkan 1 tandon air bersih.

Sementara warga yang mengalami krisis air bersih di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong dan Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Ngetos setidaknya total sebanyak 2181 jiwa atau 658 kepala keluarga. Diperkirakan kekeringan di tiga desa tersebut masih akan belanjut hingga bulan November mendatang.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...