FaktualNews.co

Demo UU Ciptaker, Sejumlah Kaca di DPRD Jember Pecah Dilempar Batu

Peristiwa     Dibaca : 143 kali Penulis:
Demo UU Ciptaker, Sejumlah Kaca di DPRD Jember Pecah Dilempar Batu
Ruang Kerja Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi jadi korban lemparan batu massa aksi

JEMBER, FaktualNews.co-Sejumlah kaca di ruang lobi, ruang Ketua DPRD Jember, dan Ruang Komisi A DPRD Jember Pecah akibat pelemparan batu massa aksi Aliansi Jember Menggugat saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jember, Kamis (8/10/2020).

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat pecahan kaca di gedung parlemen itu.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Terkait rusaknya fasilitas negara itu, nantinya Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi akan berkoordinsi terlebih dahulu dengan Sekretaris Dewan (Sekwan).

“Untuk pecahnya kaca di gedung dewan ini, secara teknis nanti kita akan berkomunikasi dengan Sekwan,” kata Itqon ditemui di ruang kerjanya.

Terkait proses penggantian kaca yang pecah di beberapa ruangan di Gedung Parlemen itu, legislator dari PKB ini, masih mencari solusi.

“Karena apa bisa langsung menetapkan anggaran penggantian kaca. Tapi nanti cobalah untuk berkomunikasi dengan sekwan. Untuk sementara mungkin kondisi saat ini begini ini (terdapat lubang bekas pecahan kaca pecah akibat lemparan batu massa aksi),” tukasnya.

Keragu-raguan dari Itqon itu beralasan, karena hingga saat ini Pemkab Jember belum melakukan penyelesaian pembahasan APBD 2020 yang berujung pada penjatuhan sanksi dari Mendagri, dan penggunaan anggaran yang ada saat itu menggunakan perkada (peraturan kepala daerah).

Akibatnya, penggunaan anggaran hanya digunakan untuk kegiatan rutin yang sifatnya mengikat.

Sementara itu, untuk anggaran yang berasal dari R-APBD 2021 juga masih dalam proses pembahasan.

Namun demikian, pihaknya akan membahas bersama unsur Pimpinan DPRD Jember lainnya, terkait bagaimana solusi mengatasi dampak aksi dari ribuan mahasiswa itu.

“Nanti akan kita bahas dengan (unsur) pimpinan lainnya,” pangkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...