FaktualNews.co

Santri Tebuireng Siap-Siap Baca Alquran Satu Juz Bila Ketahuan Tak Bermasker

Kesehatan     Dibaca : 138 kali Penulis:
Santri Tebuireng Siap-Siap Baca Alquran Satu Juz Bila Ketahuan Tak Bermasker
FaktualNews.co/Muji Lestari
Rapid test di lingkungan Pesantren Tebuireng, beberapa waktu lalu.

JOMBANG, FaktualNews.co – Pondok pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang memberlakukan sanksi membaca Alquran satu juz bagi santri yang kedapatan tak pakai masker.

Pesantren yang didirikan kakek Gus Dur itu memperketat protokol kesehatan bagi santri dan pengunjung untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-9 di lingkungan pesantren.

Seluruh santri diwajibkan menjalankan 3M, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand dan menjaga jarak, secara ketat setiap melakukan aktivitasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat mengatakan, jika ada yang ketahuan melanggar, maka mereka akan diberi sanksi membaca Alquran sebanyak satu juz.

“Sanksi membaca Alquran satu juz ini setiap subuh, bagi santri yang melanggar misalkan saja tidak memakai masker,” katanya, Jumat (9/10/2020).

Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Terlebih, sudah ada klaster santri penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Jombang.

Ingat Pesan Ibu

Pihaknya juga telah menyiapkan tempat cuci tangan di sejumlah titik. Di antaranya, di depan asrama santri, di tempat strategis, serta di gerbang masuk pesantren. Sedangkan untuk menghindari kerumunan, jumlah penghuni  asrama juga dikurangi.

“Sebelum pandemi, satu kamar berisi 20 hingga 28 santri. Namun saat ini dikurangi hingga 60 persen. Kami juga melakukan pengetatan larangan sambang (menjenguk santri) oleh wali santri,” tandasnya.

Tak hanya itu, pihak pesantren juga memberikan fasilitas smartphone di masing-masing kamar. Sehingga , jika ada wali santri yang ingin bertemu anaknya, bisa melakukan panggilan melalui video call. Hal itu juga agar membatasi ruamg gerak santri di dunia luar pondok.

“Kami memahami besarnya kerinduan wali santri terhadap anaknya, terutama santri baru yang mulai mondok pada 30 Agustus lalu. Tapi demi keselamatan bersama, protokol kesehatan harus dipatuhi semua pihak,” tambahnya.

Selain menerapkan 3M secara ketat, dalam dua minggu terakhir, Pesantren Tebuireng telah mengkarantina ulang beberapa santri yang memiliki gejala khusus dan mengarah serta memberikan treatment untuk pemulihan mereka.

“Tapi, sejauh ini tidak satupun santri yang terkonfirmasi positif,” pungkasnya. Dengan ikhtiar dan taqarub maksimal, semoga seluruh warga pesantren dijauhkan dari wabah ini,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...