FaktualNews.co

Warga Beji Pasuruan Ramai-Ramai Tutup Saluran Limbah Pabrik

Peristiwa     Dibaca : 368 kali Penulis:
Warga Beji Pasuruan Ramai-Ramai Tutup Saluran Limbah Pabrik
Faktualnews/abdul
Warga yang membentangkan baliho penolakan pembuangan limbah dari 5 perusahaan.

PASURUAN, FaktualNews.co-Puluhan warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menutup saluran limbah milik 5 perusahaan.

Penutupan terpaksa dilakukan  Sabtu (10/10/2020) petang lantaran selama ini warga selalu dicekoki bau tak sedap dan berakibat pencemaran lingkungan pemukiman

Meski sebelumnya warga sudah mengingatkan perusahaan agar hormati aturan. Penutupan saluran dilakukan karena limbahnya yang dibuang mengarah ke sistem irigasi dan saluran air di pemukiman warga.

Selain itu, perusahaan dianggap telah mengingkari perjanjian yang telah disepakati dengan warga.

Bahkan kesepakatan tersebut diketahui oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.

“Kami terpaksa menutup saluran limbah, karena kami tak kuat lagi dengan bau yang ditimbulkannya. Disamping bau tak sedap, juga menyengat yang membuat warga terganggu,” terang warga.

Adi Sanjaya, salah satu warga setempat mengatakan dari 5 saluran pembuangan, baru satu saluran pembuangan milik lima perusahaan yang yang akan dibuka.

“Kami akan menutup semua saluran ke irigasi pembuangan, karena dari PT Mega Marine Pride tidak memberikan jaminan pada warga,” ujarnya, Minggu (11/10/2020).

Pihaknya juga mengingatkan, dalam waktu 30 hari ke depan agar semua perusahaan yang terbukti telah membuang limbahnya, tak melanggar kembali.

Ia berharap pembuangannya sesuai dengan prosedur baku mutu. Ia menyebut perusahaan yang melanggar, diantaranya PT MMP, PT UJK, PT WJC, PT MCA, dan PT BB.

“Kami tetap menutup saluran limbah. Terutama PT. Universal Jasa Kemas yang mengandung bahan kimia. Karena sejak perjanjian tanggal 1 Oktober kemarin hingga sekarang masih tetap membuang limbahnya. Selama 23 tahun kami sudah disuguhi udara tidak sedap dari empat perusahaan itu,” tegas Adi.

Pihaknya berharap agar pimpinan perusahaan untuk terketuk hati nuraninya segera menyelesaikan permasalahan terkait pembuangan limbahnya, yang justru merugikan warga.

“Kami harap hati nurani para managemen perusahaan. Kalau saja misalkan mereka mau nggak mencium limbahnya sendiri,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono