FaktualNews.co

Tolak Perwali 28/2020, Para Ketua RT-RW di Kecamatan Lakarsantri Surabaya Mundur

Peristiwa     Dibaca : 66 kali Penulis:
Tolak Perwali 28/2020, Para Ketua RT-RW di Kecamatan Lakarsantri Surabaya Mundur
Faktualnews/risky prama
Unjuk rasa Ketua RT/RW Kecamatan Lakarsantri Surabaya

SURABAYA, FaktualNews.co-Para Ketua RW, RT dan pengurus LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, menyatakan mundur dari jabatan.

Pernyataan mundur tersebut dilakukan saat berdemonstrasi di Kantor Kelurahan Jeruk, yang memprotes dan menolak Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Masa Pandemi Covid-19, Rabu (14/10/2020).

Mereka ini adalah para pengurus LPMK, Ketua RW 01, RW 02, RW 03 serta 16 ketua RT di sana.

Dalam Perwali tersebut salah satunya diatur tentang pemakaman, yang menyebut setiap korban meninggal dengan status suspek, probable, dan konfirm Covid-19 harus dimakamkan di TPU Babat Jerawat atau TPU Keputih.

Pernyataan mundur dilakukan secara simbolis itu dengan menyerahkan stempel yang diberi dari kelurahan.

Budiono Ketua LPMK di Kelurahan Jeruk menyampaikan keberatannya terhadap adanya Perwali tersebut. Karena aturan tersebut sangat menyusahkan para pengurus LPMK, RW dan RT.

“Setiap ada warga yang meninggal karena Covid-19, kami para pengurus LPMK, RT dan RW selalu kewalahan. Karena dimintai tolong oleh warga tak menentu. Tengah malam sampai subuh,” terangnya.

Para warga ini, menurut dia, meminta tolong agar jenazah bisa dipulangkan dan dimakamkan tidak jauh dari rumah. “Bukan di TPU Babat Jerawat atau Keputih karena terlalu jauh,” terangnya.

Tak jarang juga kata dia para pengurus ini harus meninggalkan kerja karena ada warga yang meminta tolong di siang hari. “Karena kami tanggung jawab sebagai pengurus kami tinggalkan pekerjaan,” tegasnya.

Budiono ingin meski warga yang meninggal karena Covid-19 tetap bisa dimakamkan di tempat masing-masing. Sebab, jenazah sudah dilakukan SOP protokol Covid-19 dengan diberi kantung jenazah serta peti. Sehingga dianggap tak akan sampai menular.

Sementara Ketua RW 01 Syafaat Yudha, menambahkan bahwa keluhan ini terjadi bukan hanya di pengurus RW Kelurahan Jeruk. Tapi juga para pengurus RT serta RW di kelurahan lain di Kecamatan Lakarsantri.

“Karena informasi yang beredar saat ini sudah sedemikian vulgarnya. Ada yang menyebutkan jika jenazah korban Covid-19 tak berbahaya, sebab virusnya sudah mati bersamaan saat itu dengan meninggalnya korban,” imbuh dia.

Sementara itu Camat Lakarsantri Harun Ismail yang hadir dalam acara mediasi menyampaikan jika aturan itu dibuat oleh dinas terkait dari Pemkot Surabaya.

“Aturan ini tak hanya berlaku di Kelurahan Jeruk, dan Kecamatan Lakarsantri. Tapi seluruh Kota Surabaya. Karena Covid-19 tak hanya terjadi di sini. Tapi seluruh dunia,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...