FaktualNews.co

Kasus Pencabutan Papan Plang TNI AU, 2 Warga Raci Pasuruan Dapat Penangguhan

Peristiwa     Dibaca : 42 kali Penulis:
Kasus Pencabutan Papan Plang TNI AU, 2 Warga Raci Pasuruan Dapat Penangguhan
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Tujuh orang perwakilan masyarakat dari enam desa di tiga kecamatan mendatangi Satreskrim Polres Pasuruan, Rabu (14/10/2020)

PASURUAN, FaktualNews.co – Dua warga di Kabupaten Pasuruan, yang melakukan pengerusakan papan plang TNI AU mendapatkan penangguhan penahanan, Jumat (17/10/2020). Mereka , disambut oleh perwakilan warga dari 6 desa di Kecamatan Kraton, Bangil dan Rembang.

KBO Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Kusmani membenarkan penangguhan penahanan untuk kedua tersangka kasus pengerusakan. Menurutnya, penangguhan penahanan itu diberikan untuk keduanya, setelah adanya surat permohonan dari pihak keluarga.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pemberian penangguhan Mahfud dan Hakim tersebut. Selain ada surat permohonan, juga ada kesanggupan dari tersangka, untuk tidak melarikan diri.

“Di samping juga, tersangka tidak berusaha untuk menghilangkan barang bukti. Mereka dikenai wajib lapor,” kata Kusmani.

TNI AU Belum Cabut Laporan

Meski begitu, kata Kusmani, proses perkara yang melilit kedua tersangka, masih tetap berjalan dan diproses. Penangguhan yang diberikan, bukan berarti menghentikan perkara keduanya. Karena, sejauh ini pihaknya belum memperoleh pencabutan laporan dari pihak pelapor, yakni dari TNI AU Detasemen Raci.

Pihaknya juga membantah, kalau pemberian penangguhan itu, lantaran ada tekanan dari warga yang akan melakukan aksi demo besar-besaran, kalau dua warga yang ditahan tak segera dibebaskan.“Kalau perkaranya, tetap jalan. Tidak ada tekanan, tapi karena memang ada permohonan dari keluarga,” tutur Kusmani.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua warga Desa Raci, Kecamatan Bangil, ditahan atas dugaan pengerusakan plang milik TNI AU. Penahanan itu, membuat sejumlah warga yang tergabung dalam Forum 6 Desa marah. Mereka menggruduk Mapolres Pasuruan, dan meminta keduanya dibebaskan.

Penahanan itu sendiri bermula dari persoalan sengketa tanah di kawasan Raci, Kecamatan Bangil. Pihak TNI AU yang memasang plang papan nama, membuat warga marah, karena mereka mengklaim bahwa lahan itu juga milik warga sesuai dengan leter C desa. Mereka kemudian mencabut dan merusak papan tersebut.

Sampai akhirnya, pihak TNI AU tidak terima dan memilih untuk memperkarakan atas kasus pengerusakan. Dalam perkembangan, dua orang dijadikan tersangka. Dan mereka kemudian ditahan. Hal ini, membuat warga 6 desa yakni Raci, Pandean, Mojoparon, Bendungan, Curahduku, Rejosari, tak terima

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...