FaktualNews.co

Hindari Risiko Stroke dan Jantung dengan Diet Garam

Kesehatan     Dibaca : 680 kali Penulis:
Hindari Risiko Stroke dan Jantung dengan Diet Garam
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Garam

FaktualNews.co – Garam, memang mengandung natrium, salah satu zat yang dibutuhkan tubuh. Fungsinya untuk mengontrol tekanan darah, menjaga kadar cairan dalam tubuh, serta membantu kerja otot dan saraf (mengirim impuls saraf dari otak ke seluruh tubuh).

Tetapi jika terlalu banyak mengkonsumsi sodium bisa meningkatkan risiko tekanan darah, yang dapat menimbulkan stroke atau penyakit jantung.

Saat tubuh kelebihan garam, ginjal akan menyesuaikan kadar cairan dalam darah, sehingga menyebabkan volume dan tekanan darah meningkat. Ini membuat jantung harus bekerja lebih keras guna menyuplai darah segar ke tubuh.

Nah, agar asupan tidak berlebihan ada baiknya lakukan diet garam. Sebaiknya mulai sekarang hindari konsumsi makanan cepat saji karena makanan tersebut mengandung garam yang tinggi.

Selain junk food, hindari juga makanan beku, makanan ringan dan daging olahan, sup kalengan, keju, sereal, serta roti. Karena, makanan-makanan tersebut banyak mengandung garam.

Jumlah maksimal asupan garam yang disarankan tiap harinya hanya 6 gram. Jumlah tersebut direkomendasikan untuk anak usia 11 tahun hingga orang dewasa. Tentunya semakin kecil usia anak, semakin sedikit pula jumlah garam yang boleh masuk ke tubuh.

Dilansir dari situs alodokter, ada beberapa tips untuk memulai diet garam agar tidak terkena risiko stroke atau jantung.

  • Kurangi pemakaian garam saat memasak
    Jika membeli makanan olahan, baca label kemasan produk. Pilih makanan dengan kadar natrium (sodium) yang Makanan sangat rendah natrium kandungannya kurang dari 35 mg/penyajian, sedangkan rendah natrium 140 mg/penyajian.
  • Konsumsi lebih banyak makanan segar, seperti sayuran dan buah-buahan, karena memiliki kandungan garam alami yang Jika ingin mengonsumsi daging, pilihlah daging segar ketimbang daging olahan seperti bacon atau sosis.
  • Ketika memasak, Anda bisa mengganti garam sebagai bumbu masakan dengan bahan-bahan seperti lada, bawang putih, jahe, cabai, jeruk nipis, adas, tomat, paprika, oregano, seledri.
  • Jika Anda makan di restoran, minta agar jumlah garam, penyedap rasa, maupun saus untuk dikurangi.
  • Batasi penggunaan bumbu atau saus yang mengandung natrium seperti kecap, saus salad, saus tomat, mostar, dan lain-lain.

Meski asupan dikurangi dengan menjalankan diet garam, jangan sampai tubuh kekurangan atau bahkan tidak mendapatkan garam sama sekali. Jika kadar garam dalam darah terlalu rendah, tubuh dapat mengalami hiponatremia dengan gejala berupa perubahan kondisi mental, sakit kepala, mual, muntah, lelah, dan kram otot.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul