FaktualNews.co

Warga di Situbondo Keluhkan Kualitas Beras Bansos yang Disalurkan Bulog

Peristiwa     Dibaca : 321 kali Penulis:
Warga di Situbondo Keluhkan Kualitas Beras Bansos yang Disalurkan Bulog
Faktualnews/fatur
Warga RT/03 RW/12, Kelurahan Mimbaan membawa beras bansos. Mereka mengaku terpaksa menerimanya.

SITUBONDO,FaktualNews.co-Sejumlah warga di RT/03 RW/12, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, mengeluhkan kualitas beras yang dibagikan kepada mereka. Bahkan, mereka meminta agar beras dikembalikan.

Sriyani, salah satu warga RT/03 RW/12, Kelurahan Mimbaan mengatakan, warga tetap berharap beras dikembalikan. Sebab, kondisi beras kualitasnya sangat jelek.

“Tapi kalau tidak diganti, gimana lagi. Mungkin nanti saya campur dengan beras yang bagus. Kita butuh makan, jadi apa adanya dulu,” ujarnya.

Menurutnta, jika pada penyaluran berikutnya kualitas beras tetap sama, dia tidak akan mau menerima, dia berharap beras bansos tersebut diberikan dalam bentuk uang.

“Bulan depan tidak mau menerima beras lagi kalau kwalitas tetap jelek,” katanya.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Cabang Bulog Bondowoso-Situbondo, Rudi Prasetya langsung turun ke RT/03 RW/12, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Senin (19/10/2020).

Menanggapi hal tersebut, Rudi menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pihak-pihak terkait. “Tapi kami tegaskan, beras masih bisa dipakai,” katanya.

Jika ada yang tidak layak, bisa dikembalikan. Warga bisa langsung melaporkan ke Bulog. Kalau benar-benar tidak layak konsumsi, pasti diganti.

“Ada mekanisme penggantian kalau beras tidak sesuai dengan kulitas. Yaitu warga melaporkan 1×24 jam,” jelas Rudi.

Beras yang disalurkan bulog diakui kualitasnya di bawah beras premium. Bahkan, kadang berbau kurang sedap karena terlalu lama di tempat penyimpanan. Meski demikian, beras tersebut tetap layak konsumsi.

“Beras medium dari cadangan beras pemerintah, yang pengadaannya kita menyerap gabah petani,” kata Rudi,

Menurutnya, harga jual jenis medium lebih murah dari beras-beras yang dijual di pasar, yakni Rp 8.300 per kilogram. Akan tetapi, dari pengecekannya ke Kelurahan Mimbaan itu, tidak ada yang sampai berwarna kuning.

“Kalau berasnya mungkin ditemukan agak semu, itu hal wajar karena terlalu lama disimpan,” beber Rudi.

Rudi mengatakan, beras yang sudah disimpan di atas tiga bulan, pasti terjadi perubahan rasa maupun baunya. Akan tetapi, beras yang disalurkan tersebut sudah mendapatkan perawatan sesuai prosedur. “Kita kemasi, baru disalurkan,” tambahnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono