FaktualNews.co

Cerita Jumin, Pengemudi Bentor di Sidoarjo yang Tak Segan Ingatkan Penumpang Patuhi Prokes

Peristiwa     Dibaca : 67 kali Penulis:
Cerita Jumin, Pengemudi Bentor di Sidoarjo yang Tak Segan Ingatkan Penumpang Patuhi Prokes
FaktualNews.co/Nanang Ichwan/
Jumin, salah satu tukang becak montor di Sidoarjo ketika di pangkalan sedang menunggu penumpang.

SIDOARJO, FaktualNews.co – Bagi tukang becak montor (bentor) di Kabupaten Sidoarjo menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 sangatlah penting. Hal itu mulai disadari betapa bahayanya virus covid-19 yang tengah dilawan seluruh manusia di dunia saat ini.

“Nek ndelok virus corona iku medeni, sing diserang gak peduli wong sugih dan wong gak duwe koyok awak dewe ngene iki yo iso gampang kenek (kalau melihat virus corona itu menakutkan, yang diserang tidak peduli orang kaya dan orang miskin seperti kita ini juga bisa mudah kena),” kata pengemudi bentor yang mangkal di Jalan Jaksa Agung R Supratman, Jumin, saat berbincang dengan wartawan FaktualNews.co, Senin (26/10/2020).

Bapak empat anak yang sudah 38 tahun mengais rejeki sebagai tukang becak itu mengaku tak segan mengingatkan penumpang atau pelanggan yang hendak menggunakan jasa becaknya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, dirinya juga menerapkan protokol kesehatan, mulai memakai masker dan membawa hand sanitizer. Ia tak mau hanya karena penumpang tidak menerapkan protokol kesehatan ikut berimbas pada dirinya.

“Nek penumpang gak nerapno protokol kesehatan, misalkan gak gawe masker tak elingno mas. Iku penting, kanggo wonge dan awakku, luweh-luweh enek operasi iso kenek kene. (Kalau penumpang tidak menerapkan protokol kesehatan, misalnya tidak pakai masker saya ingatkan. Itu penting, buat orangnya dan saya, lebih-lebih kalau ada operasi bisa kena),” jelasnya.

Meski demikian, Jumin mengaku mencari penumpang di tengah kondisi pandemi covid-19 cukup sulit. Apalagi, keberadaan bentor sudah mulai terpinggirkan sejak adanya ojek online (ojol). Namun, ia tetap bersyukur dengan kondisi saat ini tetap ia jalani masih ada saja pelanggan walaupun tak seramai dulu.

“Tetep disyukuri mas, kadang onok penumpang, terkadang yo ora onok. Pol-polan saiki golek duwek oleh Rp 30 sedino wis apik. Penting iso gawe tuku beras sak iwake. (Tetep disyukuri mas, kadang ada penumpang, terkadang ya tidak ada. Maksimal sekarang cari uang dapat Rp 30 ribu sehari sudah baik. Penting bisa buat beli beras dan lauknya),” pungkas tukang bentor yang saat ini berusia 69 tahun itu.

Ingat Pesan Ibu

#ingatpesanibu #ubahlaku

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...