FaktualNews.co

Jus Gingseng Ciplukan, Minuman Khas di Lembah Mbencirang Mojokerto

Kuliner     Dibaca : 249 kali Penulis:
Jus Gingseng Ciplukan, Minuman Khas di Lembah Mbencirang Mojokerto
FaktualNews.co/Muhammad Lutfi H/
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Budie Arie Setiadi saat menikmati jus gingseng ciplukan.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Ketika Anda berkunjung ke kawasan wisata Lembah Mbencirang, Desa Kebon Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi minuman khas gingseng ciplukan.

“Minuman ini enak dan bagus untuk dikembangkan,” kata Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Budie Arie Setiadi saat berkunjung ke wisata Lembah Mbencirang, beberapa waktu lalu.

Sementara, Direktur pengelola karopali dan pendamping pengembangan wisata Lembah Mbencirang, Kristin menjelaskan, pihaknya mengembangkan makanan-makanan berbahan gingseng, karena manfaatnya sangat bagus. “Untuk stamina, pencernaan, dan sistem saraf juga,” jelasnya.

Ia menuturkan, bahan gingseng tersebut merupakan tanaman yang dikembangkan di daerah sekitar Lembah Mbencirang. “Diolah menjadi krispi gingseng, botok semanggi, dan jus gingseng dipadukan dengan ciplukan,” papar Kristin.

Untuk harga jus gingseng ciplukan, kata Kristin, masih cukup terjangkau Rp 10 ribu.

Diketahui, dikutip dari tirto.id, ciplukan atau Physalis angulata L. adalah buah asli Amerika yang tersebar luas di daerah tropis dunia.

Buah kaya manfaat ini biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 mdpl. Penelitian lebih lanjut mengenai manfaat ciplukan dilakukan Mahalakshmi AM dan Ramesh B. Nidavani dalam Indo American Journal of Pharmaceutical Research, 2014.

Ciplukan mengandung banyak zat bermanfaat, di antaranya karbohidrat, lipid, mineral, dan vitamin. Masyarakat biasa memanfaatkan daunnya secara tradisional untuk melawan radang kandung kemih, limpa dan hati. Mandi dengan air rebusan tanaman ciplukan baik untuk untuk meredakan peradangan pada kulit serta rematik.

Ada juga yang menggunakannya dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi hepatitis, sakit tenggorokan, sakit perut, malaria, asma, ginjal, kandung kemih, penyakit kuning, asam urat, dan demam. Sementara, buahnya digunakan untuk mengobati bisul, luka, konstipasi, dan masalah pencernaan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...