FaktualNews.co

Viral Video Bongkar Peti Jenazah Covid-19, Ini Respons RSUD Kota Probolinggo

Peristiwa     Dibaca : 324 kali Penulis:
Viral Video Bongkar Peti Jenazah Covid-19, Ini Respons RSUD Kota Probolinggo
FaktualNews.co/agus
Direktur Plt RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar HS Kuddah di ruang kerjanya

PROBOLINGGO, FaktualNews.co-Viralnya video yang menayangkan pembongkaran peti jenazah pasien Covid-19 akhirnya direspons pihak RSUD dr Muhammad Saleh, Kota Problinggo, Jumat (6/11/2020).

Video itu sendiri diunggah akun Facebook Iingsun. Di bawah video diberi penjelasan, “Iki Boss.. onok wong mati dianggap
Corona, tapi matanya hilang satu, apa coronanya ada di Matanya yaa..

Tak hanya itu, video berdurasi 28 detik tersebut juga diunggah di Instagam.

Dalam video tersebut pengunggah memberi penjelasan, jenazah pasien yang katanya kena Covid-19 di Probolinggo, setelah dibuka ternyata kedua bola matanya sudah tidak ada, darah pun masih bercucuran.

Di bawahnya tertulis, petugas sempat melarang keluarga melihat jenazah, namun pihak keluarga memaksa karena yakin almarhumah tidak punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

Menanggapi hal itu, Plt direktur RSUD dr Mohammad Saleh dr Abraar HS Kuddah menjelaskan, keluarnya darah pada bagian mata jenazah, bukan berarti organnya diambil.

Tetapi karena terjadi lebam mayat atau dikenal dengan isttilah Rivermortis. “Darah mengalir ke bagian tubuh yang lebih rendah. Seperti pada air,” jelasnya.

Darah akan berkumpul pada bagian yang rendah seperti punggung atau anggota tubuh yang lain. Darah yang turun dan berkumpul itu kemudian lewat keluar melalui lubang yang ada di tubuh. Seperti, lubang telinga, mata dan hidung.

Dikatakan, posisi jenazah di dalam peti miring, karena almarhumah beragama Islam.

“Jika yang meninggal beragama selain Islam, jenazah posisinya terlentang. Kami jamin posisi jenazah tetap miring, meski petinya dibolak-balik,” ujarnya.

Kenapa bisa begitu, katanya, karena peti disesuaikan dengan ukuran tubuh jenazah. Peti di RSUD, bukan peti jadi, tetapi masih berupa bagian-bagian atau potongan-potongan.

Jika ada pasien meninggal, baru peti tersebut dirakit dan disesuaikan dengan ukuran jenazah. “Jadi ukurannya pas dengan tubuh jenazah,” katanya.

Dan lagi, sambungnya, saat dilakukan pemulasarakan dan memasukkan jenazah ke peti, disaksikan keluarga yang terdiri dari kakak dan anak angkat korban.

Jika terjadi pengambilan organ, maka saat itu juga diketahui pihak keluarga. “Kalau ada pengambilan organ, tidak sampai ke rumah duka di Paiton. Di kamar mayat RSUD, sudah diketahui,” tandasnya.

Disebutkan, pasien bernama Mahmudah sebelum meninggal akibat Covid-19 dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh. Hasil diagnosis stroke hemorargic dan respiratory failuler tp 1 serta terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jenazah dijemput petugas dan ambulans RSUD Waluyo Jati Kraksaan pukul 18.00,” sambungnya.

Langkah yang diambil pihak RSUD terhadap video dan pernyataan di medsos, dr Abrar mengatakan, untuk langkah hukum pihaknya masih akan berkoordinasi dan berdiskusi Satgas.

“Masih mau kita diskusikan berita hoaks ini sebelum menempuh jalur hukum. Kami berharap penyebar berita hoaks ini sadar,” pungkas dr Abraar saat press release, Jumat (6/11/2020) pukul 18.30 WIB di kantornya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono