FaktualNews.co

Aneh, Wabup Banyuwangi ‘Ngaku’ Tak Tahu Soal Saham Pemkab di Tambang Emas

Peristiwa     Dibaca : 553 kali Penulis:
Aneh, Wabup Banyuwangi ‘Ngaku’ Tak Tahu Soal Saham Pemkab di Tambang Emas
Faktualnews.co/konik
Yusuf Widyatmoko saat menjelaskan ihwal saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas Rp 1 triliun kepada warga.

BANYUWANGI, FaktualNews.co-Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengaku tidak tahu ihwal saham Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi yang ditanam pada usaha tambang emas Tumpangpitu senilai Rp 1 triliun.

Pengakuan aneh tersebut disampaikan menjawab pertanyaan dalam kesempatan tatap muka dalam forum kampanyenya di Dusun Padangan Desa Sragi Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Senin (9/11/2020).

Yusuf yang berduet Gus Riza merupakan calon bupati Banyuwangi dalam Pilkada 2020 ini. Yusuf Widyatmoko yang wakil Bupati Banyuwangi dua periode mengaku hanya tahu ceritanya saja.

Adalah Hartono, warga Dusun Watu Gowok Desa Sragi, yang mengajukan pertanyaan kepada Yusuf Widyatmoko terkait saham yang konon dimiliki Pemkab Banyuwangi, namun selama ini belum pernah ada kejelasan atas saham tersebut.

“Saya hanya ingin bertanya kepada bapak calon bupati Pak Yusuf, selama menjabat jadi wakil bupati 10 tahun. Saya Ingin penjelasan sebenarnya apakah benar Banyuwangi punya saham tambang emas. Jika punya kemana larinya (laba) uang saham tersebut? Tolong jelaskan biar kami semua bisa plong,” tanya Hartono.

Mendengar pertanyaan tersebut, Yusuf Widyatmoko langsung menanggapi dengan tegas, dirinya belum mengetahui persis terkait tambang emas. Karena, kilahnya, sejatinya wakil bupati hanya mewakili ketika atasan jika sedang tidak bisa bertugas.

“Saya ini wakil bupati dua periode, dan wakil bupati itu aturannya mewakili ketika bupati berhalangan. Jadi pemerintah daerah mempunyai saham, sahamnya konon mendengar cerita bupati kalau diuangkan sahamnnya 1 triliun rupiah lebih. Tetapi ketika itu ditagih untuk dipergunakan pembangunan, tidak ada yang turun, sehingga tidak jelas. Sampai sekarang jika masyarakat menanyakan, uangnya belum ada untuk masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya masyarakat, menurut Yusuf, sudah dua periode ini, DPRD Banyuwangi pun sempat meminta mengeluarkan anggaran dari saham itu untuk pembangunan, namun juga tidak pernah ada.

“Yang namanya CSRnya juga tidak jelas turun ke siapa dan ke mana. DPRD saja ketika meminta anggaran dari saham tersebut belum diberi makanya semua anggaran tidak jelas. Jadi, jelasnya seperti itu ceritanya, yang mengerti hanya Bupati. Ini semua hanya ceritanya saja,” terangnya.

Yusuf berjanji ketika nanti dirinya menjadi bupati akan membongkar semua yang menjadi pertanyaan masyarakat, khususnya tambang emas Tumpangpitu yang ada di Kecamatan Pesanggaran.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags