FaktualNews.co

Sebagian Warga Kabupaten Pasuruan Berjuang Lawan Kekeringan dan Banjir

Peristiwa     Dibaca : 65 kali Penulis:
Sebagian Warga Kabupaten Pasuruan Berjuang Lawan Kekeringan dan Banjir
FaktualNews.co/abdul
Banjir yang terjadi awal bulan November lalu, di permukiman warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, FaktualNews.co-Di saat pandemi Covid-19 yang belum berakhir di Kabupaten Pasuruan, sebagian warga juga dihadapkan pada dampak kekeringan yang masih terjadi di sejumlah desa dan adanya bencana banjir.

Setiap tahun warga Pasuruan harus menghadapi bencana kekeringan dan banjir.

“Di samping kami lakukan penanganan Covid-19, distribusi air bersih dan penanganan banjir,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati, Selasa (17/11/2020).

Untuk menghadapi bencana ini, pihaknya harus membagi konsentrasi. Antara terus melakukan distribusi air bersih dan penanganan banjir. “Bahkan yang terus jadi atensi yakni penanganan covid-19,” papar dia.

Pihaknya membagi tiga relawan. Tim semprot disinfektan menyesuaikan jadwal yang dari Satgas Kabupaten.

“Kita semprot di zona di mana lokasi tersebut ada yang konfirm positif. Lingkungan keluarga, sekitar rumah yang bersangkutan. Termasuk juga perkantoran jika ada yang confirm positif. Penyemprotan ini kita lakukan sejak awal pandemi hingga hari ini,” ucap Tecto.

Distribusi air bersih yang dilakukan sejak April juga terus dilakukan hingga saat ini. Distribusi ke 23 desa di 7 kecamatan dilakukan setiap hari.

“Distribusi air bersih tetap kami lakukan. Ada 5 armada truk tangki milik BPBD dan dinas terkait yang terus beroperasi. Distribusi belum bisa dihentikan karena hujan belum merata, belum tiap hari. Sumber-sumber air belum terisi,” terangnya.

Saat tenaga dan konsentrasi tertuju pada Covid-19 dan kekeringan, banjir datang. Setelah banjir surut, cuaca panas kembali.

“Awal November hujan besar menyebabkan banjir. Sekarang sudah gak hujan lagi, surut semua, justru datang panas lagi. Kondisi cuaca sempat menjadi persoalan kita semua, gak terprediksi. Seharusnya sudah musim hujan ternyata masih ada panas,” terang Tecto.

Selain Covid-19, kekeringan dan banjir, bencana tanah longsor dan puting beliung juga mengancam warga Pasuruan.

“BPBD menggandeng sejumlah relawan dan ormas untuk penanganan bencana. Selain itu juga terus menambah desa tangguh bencana. Sudah 11 desa tangguh bencana. Kami juga gandeng relawan pemuda desa setempat,” imbuh Tecto.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...