FaktualNews.co

Pemkab Jember Tingkatkan Tracking Pasien, Kasus Baru Covid-19 Naik 107 Pasien

Kesehatan     Dibaca : 54 kali Penulis:
Pemkab Jember Tingkatkan Tracking Pasien, Kasus Baru Covid-19 Naik 107 Pasien
FaktualNews.co/istimewa
Peningkatan kasus positif baru pasien Covid-19 di Jember

JEMBER, FaktualNews.co-Upaya peningkatan tracking masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien yang terpapar virus Covid-19, mendapatkan hasil sebanyak 107 kasus baru positif Virus Corona.

Peningkatan ini diprediksi akan terus terjadi, menyusul upaya tracking yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember yang kini dilakukan secara masif.

“Dari rilis yang dikeluarkan tim Satgas Kamis (18/11/2020), terungkap 107 kasus baru dan tercatat mencapai 1.824 orang pasien positif Covid-19,” kata Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Gatot Triyono di Kantor Diskominfo Jember, Jumat (20/11/2020).

Gatot merinci 1.415 orang sudah sembuh dan pasien yang masih dirawat sebanyak 341 orang, sedangkan pasien yang meninggal sebanyak 68 orang.

Ia juga mengatakan, peningkatan ini terjadi dari tracking yang dilakukan Tim Satgas secara massif.

“Tingginya kasus COVID-19 di Jember karena tracing kontak kasus positif, suspek, dan surveilans Influenza Like Illness (ILI) di puskesmas dan surveilans severe acute respiratory infections (SARI) di rumah sakit,” sambungnya.

Menurutnya, dengan adanya tambahan warga yang terpapar virus corona sebanyak 107 kasus baru ini, jumlah kecamatan yang berada di zona merah atau memiliki risiko tinggi dalam penyebaran Covid-19 juga semakin meluas menjadi 10 kecamatan.

“Kemarin zona merah ada di delapan kecamatan, namun saat ini menjadi 10 kecamatan, yakni Kecamatan Kalisat, Patrang, Sumbersari, Kaliwates, Rambipuji, Ajung, Jenggawah, Ambulu, Umbulsari, dan Semboro,” katanya.

Pria yang juga Kadiskominfo Jember ini mengatakan, terkait lonjakan yang drastis ini menurutnya, disebabkan karena beberapa titik kerumunan dan kurang patuhnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan saat keluar rumah.

“Banyak kemungkinan, mulai adanya demo UU Cipta Kerja, libur dan cuti bersama, kampanye pilkada, dibukanya tempat wisata, hajatan, proses belajar mengajar tatap muka yang pelaksanaannya tidak mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Karena itu, ia mengingatkan kembali warga agar terus disiplin mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak ketika berada di kerumunan orang, memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

“Selain itu, secara masif juga akan terus dilakukan tracking terkait kontak erat terhadap pasien Covid-19. Juga meningkatkan operasi yustisi yang dilakukan untuk terus memberikan sosialisasi dan imbauan,” tandasnya.

#Ingat Pesan Ibu

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...