FaktualNews.co

Abaikan Prokes, Kasus Covid-19 di Surabaya Kembali Naik

Kesehatan     Dibaca : 185 kali Penulis:
Abaikan Prokes, Kasus Covid-19 di Surabaya Kembali Naik
FaktualNews.co/risky prama
Warga saat dilakukan swab test

SURABAYA, FaktualNews.co-Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya belum alami penurunan signifikan, bahkan di beberapa rumah sakit rujukan di Surabaya, jumlah pasien positif Covid-19 justru naik.

Hampir semua rumah sakit yang menangani pasien positif Covid-19, rata-rata alami lonjakan dan bed yang tersedia hampir penuh.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Seperti di tempat rujukan pasien covid-19 yang berada di Surabaya, yakni di Rumah Sakit Darurat Lapangan Kogabwilhan Indrapura (RSLKI), yang berada di Jalan Indrapura, Surabaya.

Kepala RSLKI dr Nalendra mengakui saat ini ada kenaikan pasien Covid-19 kembali. Dan itu tidak hanya terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya, melainkan hampir di semua rumah sakit rujukan di Jawa Timur.

Dijelaskan, pada awal November 2020 lalu, di RSLKI sempat stabil terkait dengan pasien Covid-19. Rata-rata 50-60 pasien.

Namun sejak 21 November, pasien yang dirawat di RSLKI naik menjadi 205 pasien. “Kenaikan yang hampir 400 persen,” kata dr Nalendra, Selasa (24/11/2020) siang.

Total pasien yang dirawat saat ini mencapai 469 orang, terhitung mulai 1 hingga 22 November 2020. Sementara itu data dari relawan terdapat 37 kluster keluarga dengan jumlah 2-5 orang.

Juga terdapat 9 institusi maupun lembaga, termasuk pesantren, Diklat, Poltek berjumlah 2-38 orang.

Munculnya kluster keluarga dipicu liburan panjang serta abai menjalankan protokol kesehatan pada beberapa waktu lalu.

“Perlu kewaspadaan tinggi di semua lini masyarakat dan stakeholder kesehatan serta pemerintahan. RSLKI sendiri tetap menyiapkan diri untuk siap, sigap dan mampu melayani pasien yang masuk sesuai kapasiitas rumah sakit, maksimal 357 bed/pasien,” imbuh pria yang juga perwira tinggi TNI AL ini.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...