Bola

Isi Kevakuman Liga 1, Pemain Persela Dadang Apridianto Sibuk Latih Sepak Bola Kampung

LAMONGAN, Faktualnews.co – Ketidakjelasan kelanjutan Liga 1 yang dihentikan lantaran Pandemi Covid-19, dimanfaatkan pemain Persela Lamongan Dadang Apridianto dengan tetap sibuk mengolah kulit bundar di lapangan hijau.

Pemain bernomor punggung 11 yang berposisi sebagai gelandang Laskar Joko Tingkir asal Banyuwangi tersebut ikut membantu melatih tim Persip yang ada di kampung halamannya Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

“Persip Pesanggaran adalah tim pertama saya mengasah kemampuan bermain bola sejak kecil. Ini tadi habis dari pantai sama anak-anak, cari keringat,” kata Dadang, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (26/11/2020).

Dadang yang kini menjadi pesepak bola profesional, ingin berbagi ilmunya dalam mengolah bola kepada para pemain muda yang ada di Persip.

“Anak-anak yang ada di elite pro academy-nya Arema, Bhayangkara, Tim PON Jatim dan Asifa juga lagi libur, jadi sekarang kami latihan bareng,” jelasnya.

Dadang tidak sendiri melatih para pemain muda tersebut, ada pemain timnas Andik Vermansyah pemain Bhayangkara FC dan sangat didukung warga sekitar yang juga sangat peduli perkembangan sepak bola.

“Lapangan Desa saat ini diperbaiki oleh warga. Sebagai direktur teknik Persip saya dibantu Andik, kebetulan istri Andik kan orang sini yang masih keponakan saya juga,” ujarnya.

Lebih jauh, mantan gelandang Kalteng Putra mengaku. Banyak bibit yang dilahirkan Persip, mulai dari U17, U15, U13 hingga yang berusia 12 tahun ke bawah. Bahkan Persip juga memiliki tim sepak bola wanita.

“Kalau Selasa, Kamis dan Sabtu itu latihannya sama U17 dan senior. Terus kalau Senin, Rabu Jumat itu latihannya sama U15 ke bawah,” ungkap Dadang. Seraya menambahkan. Sebelum pandemi Corona saya berencana akan ambil lisensi kepelatihan, namun gak jadi.

Meski mengisi kesibukan sebagai direktur teknik, Dadang juga sangat merindukan merumput bersama rekannya di Persela Lamongan.

“Masak Pilkada boleh, lah kok Kompetisi Liga 1 yang digelar dengan mengutamakan protokol kesehatan malah nggak boleh. Kan kasihan rekan yang berkecimpung di sepak bola, bahkan pedagang juga terkena terdampak,” ungkap Dadang yang berharap kompetisi segera bergulir.