Kesehatan

Viral Netizen Curhat Pasien Di-Covid-kan, Ini Penjelasan RSUD Jombang

JOMBANG, FaktualNews.co-Postingan viral di media sosial yang menyebut RSUD Jombang meng-covid-kan pasien meninggal dunia dengan indikasi mengalami penyakit jantung mendapat respons pihak rumah sakit, Kamis (17/12/2020).

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, penetapan tersebut dilakukan untuk melindungi keluarga pasien dan masyarakat daru potensi paparan Covid-19.

“Jangankan yang sakit jantung, orang sehat tidak ada keluhan tiba-tiba bisa menjadi Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan, RSUD Jombang memiliki mekanisme screening di depan dengan semua keluhan. Mulai dari riwayat perjalanan hingga foto. Hal inilah yang kemudian bisa memberikan kesimpulan bagaimana kondisi pasien tersebut.

Sesuai prosedur tetap (protap), pasien dengan status suspek maupun probable (orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat, gagal napas), bakal diperlalukan layaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Begitu pula dengan pemakamannya yang harus menggunakan protokol kesehatan oleh petugas.

“Ini sama, pasien masuk dengan jantung kemudian atas indikasi tertentu dirawat diruang khusus, dulu yang kita kenal dengan area abu-abu. Kemudian alat dukung lain muncul baru kemudian confirm, suspek atau probable,” terangnya.

“Maka kemudian harus menggunakan protokol, kalau tidak masyarakat sekitar yang tidak terlindungi, bisa berbahaya karena akan terjadi penularan,” tandasnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Penanganan Pasien Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang ini juga menjelaskan, pasien dengan status probable meski hasil swabnya negatif, akan tetap memiliki potensi penularan. Sebab, berdasarkan data yang ada, potensi keberhasilan tes swab mencapai 60-70 persen.

“Yang 30 persen ini negatif, walau negatif ditubuhnya bisa jadi ada virus, maka kemudian jika suspek atau probable harus tetap menggunakan protokol kesehatan. Ini benar-benar untuk melindungi dari penularan,” pungkasnya.

Sebelumnya, layanan RSUD Jombang, Jawa Timur, kembali dikeluhkan masyarakat.

Ini diketahui dari unggahan salah satu pemilik akun media sosial bernama ‘Raden Mas Santri’ di salah satu grup Facebook, pada Rabu, 16 Desember 2020 kemarin.

Dalam unggahannya, Raden Mas Santri mengeluh perihal kematian neneknya yang dikaitkan dengan Covid-19. Padahal, sebelummya neneknya didiagnosa mengalami infeksi jantung.

Pengunggah juga mengungkapkan neneknya dirawat selama dua hari dua malam usai dirujuk dari Puskesmas Mayangan, Jogoroto, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Yang membuatnya heran, oleh tim medis, sang pasien tersebut divonis positif Covid-19 padahal hasil diagnosa sebelummya disebut infeksi jantung.

Sehingga akhirnya, pasien dimakamkan dengan protokol Covid-19 tanpa diketahui hasil tes swab yang hingga unggahan tersebut ditulis, belum keluar.