FaktualNews.co

Pemkab Jombang Evaluasi Rencana Sekolah Tatap Muka Pada Januari 2021

Advertorial     Dibaca : 303 kali Penulis:
Pemkab Jombang Evaluasi Rencana Sekolah Tatap Muka Pada Januari 2021
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Wakil Bupati Jombang Sumrambah (kedua kiri) meninjau proses KBM tatap muka terbatas.

JOMBANG, FaktualNews.co – Sekolah tatap muka akan dibuka pada awal Januari 2021 mendatang. Namun, di Kabupaten Jombang, belajar langsung di sekolah itu nampaknya akan kembali mundur dan berpotensi ditunda.

Hal ini menyusul masih tingginya angka penyebaran kasus covid-19 di wilayah setempat. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Jombang, hingga Kamis, 17 Desember 2020 pukul 13.00 WIB, jumlah kasus kumulatif covid-19 tercatat 1.862 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 102 orang masih dirawat dan 209 orang meninggal dunia.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Wakil Bupati Jombang Sumrambah mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih akan mengevaluasi kembali rencana tersebut.

Beberapa pertimbangan yang sempat dilontarkan oleh Wabup salah satunya adalah masih tinggi jumlah korban meninggal dunia karena virus corona dalam beberapa waktu terakhir.

“Masih akan kita putuskan, kita rapatkan, kita evaluasi apakah nanti akan dibuka atau tidak dibukan Januari 2021 mengingat tensi dan angka kematian (covid-19) kita masih tinggi,” ujar Sumrambah.

Sekolah tatap muka itu sendiri tertuang dalam surat yang dtanda tangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Dimana disebutkan sekolah tatap muka boleh dilakukan per Januari 2021.

Meski dalam pelaksanaannya, daerah akan diberi kewenangan untuk menentukan sekolah yang diizinkan belajar membuka belajar tatap muka ini.

Sementara, sejak delapan bulan lalu, hampir semua sekolah di dalam negeri termasuk di Jombang harus menggelar sekolah dengan metode daring atau online. Hal ini akibat penyebaran virus corona sehingga belajar dari rumah dengan memanfaatkan tehnologi internet ini bisa menjadi upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. (*)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...