FaktualNews.co

Wisata Petik Buah di Ngawi Tetap Bertahan Meski Pandemi

Wisata     Dibaca : 433 kali Penulis:
Wisata Petik Buah di Ngawi Tetap Bertahan Meski Pandemi
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Pintu masuk Kebun Wisata Belimbing Kalijogo, Ngawi.

NGAWI, FaktualNews.co – Liburan ke Ngawi kurang lengkap rasanya bila belum mampir ke wisata petik buah belimbing yang berada di Desa Dempel Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.

Di lahan berukuran 50 x 200 meter persegi ini, mata anda akan dimanjakan dengan ratusan buah belimbing segar yang tentu membuat anda mengiler.

Cukup hanya merogoh kocek sepuluh ribu rupiah saja pengunjung dapat langsung menikmati manisnya buah belimbing langsung dari pohonnya. Selain murah, lokasi yang mudah dijangkau, sekitar 6 Km dari arah Kota Ngawi tersebut, cukup menarik untuk wahana bersantai sambil menikmati buah belimbing.

Wisata petik buah belimbing ini kali pertama digagas oleh Sugeng Wiyono, kepala desa setempat yang prihatin terhadap minimnya penghasilan warganya. Selain faktor penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar, luas ketersediaan lahan kosong di sekitar rumahnya membuat kepala desa dua periode tersebut nekad melakukan eksperiman menanam bibit pohon belimbing.

“Awalnya ndak ada yang tertarik buat ikut nanam belimbing mas. Malah sebagian memprediksi pasti gagal,”’ jelasnya ditemui, Minggu (20/12/2020) sore.

Saat belimbing berusia delapan sampai satu tahun dari masa tanam bibit. Belimbing, lanjut Sugeng sudah mulai berbunga bahkan sebagiannya lagi keluar pentil. Selanjutnya, ia lantas membungkus pentil tersebut dimaksudkan supaya tidak terserang hama lalat dan lebah buah. Hasilnya, saat buah berusia matang, terbukti buah belimbing miliknya utuh tidak terserang hama.

“Kami sangat selektif bila menyangkut pengunjung. Pertama buah harus benar benar bebas ulat,” ungkapnya.

Selain bebas dari ulat buah, belimbing miliknya berasa manis dan kenyal teksturnya. Dari luas lahan tersedia, dalam sehari pekarangan miliknya tersebut dapat menghasilkan buah 20 hingga 30 kilogram. Namun agar tak mengecewakan pengunjung, buah tidak dijual belikan secara bebas kepada masyarakat.

“Sementara kami hanya fokus pada pengunjung wisata saja. Itu saja masih kewalahan kadang kekurangan stok buah,” urainya.

Selain mengedukasi pengunjung, wisata petik buah belimbing juga disediakan guide professional. Hal itulah yang kini membuat wisata petik buah belimbing miliknya banyak dicari masyarakat khususnya para penggemar wisata edukasi.

Saking ramainya, pengunjung di tempat wisata petik buah belimbing tersebut mencapai ratusan tiap minggunya, baik dari dalam maupun luar kota sebelum terjadi pandemi. Setelah terjadi pandemi juga berpengaruh pada tingkat kunjungan yang sempat mengalami turun drastis. Namun setiap hari masih ada beberapa pengunjung yang umumnya dari wilayah dalam kota Ngawi.

“Sebelum terjadi pandemi ada yang dari Sragen, Solo, Madiun. Pokoknya sudah banyak sekali dari luar kota yang berkunjung kesini, ” paparnya.

Begitu hasil dari budidaya buah belimbing menggiurkan. Kini hampir seluruh warganya menanam buah berjuluk star fruit tersebut meskipun hanya satu atau dua batang saja. Bahkan menurut Sugeng, ada beberapa orang sudah menanami seluruh kebunnya dengan pohon belimbing.

“Ada warga saya yang punya lahan pinggir sungai, dulunya ditanami mangga sekarang ditebang semua ganti sama buah belimbing,” pungkasnya.

Di masa pandemi seperti sekarang, ujar dia, pengunjung diwajibkan mematuhi perotokol kesehatan di antaranya 3M. “Pengunjung harus mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk dan menjaga jarak satu dengan yang lain,” pungkas dia.

Ingat Pesan Ibu

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...