FaktualNews.co

Jelang Natal dan Tahun Baru 2021, Elpiji 3 Kg di Jember Langka

Ekonomi     Dibaca : 344 kali Penulis:
Jelang Natal dan Tahun Baru 2021, Elpiji 3 Kg di Jember Langka
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Elpiji 3 kg di toko kelontong dan pangkalan Jember langka.

JEMBER, FaktualNews.co – Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 hampir di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Jember mengalami kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon.

Kelangkaan ini terjadi di tiga wilayah Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Salah seorang warga Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari Tri Wahyu Handoko mengatakan, sudah beberapa hari belakangan ini dirinya kesulitan untuk mencari elpiji melon 3 Kg itu.

“Tepatnya mungkin 3 harian ini, di wilayah Kecamatan Sumbersari kesulitan untuk mencari gas elpiji ukuran 3 kg. Keliling di beberapa toko klontong atau pangkalan kosong,” kata pria yang akrab dipanggil Wahyu ini, Senin (21/12/2020).

Senada dengan yang disampikan wahyu, Heni mengungkapkan kalau pun ada harga gas elpiji ukuran 3 kg mengalami kenaikan sebesar Rp 2 ribu.

“Setahu saya di toko-toko klontong gitu. Misalnya ada harganya naik bisa sampai Rp 20 ribu per tabung. Biasanya itu Rp 17 – 18 ribuan,” kata wanita warga Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates ini.

“Ya karena butuh, bagaimanapun terpaksa dibeli. Apalagi keliling ke toko-toko kebanyakan kosong stoknya,” kata Heni.

Sementara salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di wilayah Kelurahan Kebonsari Satib mengatakan, tingginya pemakaian diduga menjadi penyebab kenaikan harga serta kelangkaan gas elpiji 3 kg.

“Karena kan menghadapi Nataru, jadi permintaan tinggi,” kata dia.

Menurutnya, setiap bulan sudah ada ekstra droping sebagai langkah antisipasi.

“Alokasinya sebenarnya tidak kurang, malah ada ekstra droping yang setiap bulan ada dari Pertamina. Sekitar 10 persen dari alokasi umumnya. Tapi harusnya (menyikapi Nataru), jangan disamakan dengan bulan-bulan lainnya. Harusnya ada penambahan,” kata Satib.

Ia berharap Pertamina cepat mengambil kebijakan agar gas elpiji 3 kg tidak langkah atau mengalami kenaikan signifikan menjelang natal dan tahun baru.

“Untuk menjaga stok menjelang Nataru di Bulan Desember ini, juga harusnya disikapi cepat, karena bersamaan juga dengan pelaksanaan Pilkada,” tegasnya.

Kondisi kelangkaan Elpiji 3 kilo inipun, Satib menambahkan, terjadi di hampir seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Jember.

“Hampir di seluruh wilayah Kecamatan Jember terjadi kelangkaan elpiji melon ini,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...