FaktualNews.co

Tiga Rumah Sakit Overload Pasien Covid-19, RSUD Nganjuk Dirikan Tenda

Kesehatan     Dibaca : 342 kali Penulis:
Tiga Rumah Sakit Overload Pasien Covid-19, RSUD Nganjuk Dirikan Tenda
FaktualNews.co/romza
Tenda yang didirikan untuk penanganan pasien Covid-19 di Nganjuk, setelah 3 rumah sakit overload.

NGANJUK, FaktualNews.co-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien Covid-19. Itu terjadi setelah tiga rumah sakit di Kabupaten Nganjuk overload pasien Covid-19.

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 menjadi luar biasa di Kabupaten Nganjuk.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Total pasien positif Covid-19 hingga kini lebih 1.047 orang, meninggal dunia ada 105 orang, sembuh 855 orang dan 85 orang masih dalam perawatan di rumah sakit.

Marhaen membeberkan, sebenarnya RSUD Nganjuk telah menyiapkan 55 tempat tidur untuk pasien positif Covid-19. Tetapi, ada lonjakan pasien sejumlah 72 orang yang dirawat.

“Terus disamping timur itu ada 3 orang, di sini (tenda darurat RSUD) ada 14 orang,” kata Marhaen Djumadi.

Sebenarnya kondisi overload ini juga terjadi di beberapa rumah sakit. Seperti halnya RSUD Kertosono, dengan 28 tempat tidur yang disiapkan. Namun, sudah menangani 48 orang.

Kemudian, Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk yang diminta kurang lebih 20 tempat tidur untuk pasien. Namun, sudah menangani kurang lebih 24 orang.

“Bagaimana lagi, ini adalah kondisi darurat. Saya juga mohon maaf kepada masyarakat Nganjuk, pelayanan rumah sakit karena overload seperti ini,” ungkapnya.

Memang, pasien yang ditangani oleh rumah sakit ini, adalah kategori suspect dan probable. Kemudian saat dilakukan rapid test antigen pada pasien ini, hasilnya juga reaktif, dengan akurasi sekitar 80-90%. Maka, pasien ini akan menunggu hasil swab untuk proses selanjutnya.

Marhaen Djumadi meminta masyarakat untuk tidak meremehkan situasi ini, meskipun sudah mulai kelihatan jenuh selama 9 bulan. Namun, pada fase kedua ini, Covid-19 menjadi lebih ganas. Kalau tidak menginginkan dirawat di tenda darurat dikarenakan rumah sakit yang overload.

“Ya kalau misalnya nanti penambahannya terus ya, kita akan nambah. Itu konsekuensinya harus seperti itu. Maka dari itu, masyarakat tolong, mosok mau ditangani di tenda darurat ini,” beber Marhaen.

Ingat Pesan Ibu

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...