FaktualNews.co

Kaleidoskop Jatim 2020: Bupati Sidoarjo Korupsi Hingga Guru Setubuhi Murid di Blitar

Peristiwa     Dibaca : 241 kali Penulis:
Kaleidoskop Jatim 2020: Bupati Sidoarjo Korupsi Hingga Guru Setubuhi Murid di Blitar
FaktualNews.co/Nanang Ichwan/
Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (baju putih) ketika konsultasi dengan tim penasIhat hukumnya, usai mendengarkan vonis yang dijatuhkan.

SURABAYA, FaktualNews.co – Penangkapan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah oleh KPK dalam operasi tangkap tangan, Selasa (7/1/2020) menjadi kabar pertama di awal tahun 2020 yang mendapat perhatian masyarakat luas.

Politisi PKB itu ditangkap lantaran diduga menerima suap senilai total Rp 550.000.000 dari pihak swasta terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Dan masih di Bulan Januari, kabar mengenai laporan polisi Walikota Surabaya Tri Rismaharini terhadap sebuah akun media sosial atas pelanggaran UU ITE juga menjadi sorotan publik.

Risma, begitu panggilan Walikota. Melaporkan Akun Facebook Zikria Dzatil ke Polrestabes Surabaya, Selasa (21/1/2020) karena diduga melakukan penghinaan melalui postingan yang tak pantas. Namun kasus ujaran kebencian tersebut selesai setelah Walikota Surabaya mencabut laporan dan memaafkan pelaku.

Pada Bulan Maret 2020, peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Magersari Kabupaten Sidoarjo menyita perhatian warga. Korban, Imam Ahmadi (55) dipukul hingga tewas oleh kerabatnya sendiri, Hamzah, menggunakan linggis hanya karena tersinggung disuruh membersihkan gorong-gorong depan warung es degan milik pelaku.

Peningkatan jumlah pasien Covid-19 secara tajam di Jawa Timur terjadi mulai April hingga di pertengahan Bulan Mei 2020. Ada tambahan 502 kasus per 20 Mei 2020 menambah pasien covid-19 di Jawa Timur yang terdeteksi menjadi 2.942 orang.

Atas penambahan ini, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alias lockdown pun diberlakukan di tiga wilayah, Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik selama tiga tahap. Mulai 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020 kemudian diperpanjang sampai 25 Mei 2020 dan diperpanjang lagi hingga 8 Juni 2020.

Wabah Covid-19 telah mengakibatkan banyaknya jatuh korban meninggal dunia. Tak terkecuali sejumlah pemimpin daerah. Pada Bulan Agustus 2020, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin atau akrab disapa Cak Nur meninggal dunia karena terjangkit Covid-19, Sabtu (22/8/2020).

Selain Cak Nur, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto juga dilaporkan meninggal dunia usai terpapar virus mematikan asal Wuhan-Cina tersebut, Dadang Wigiarto meninggal pada Kamis (26/11/2020). Kemudian, Wakil Wali Kota Probolinggo, HM Soufis Subri, juga meninggal pada Minggu (22/11/2020) akibat corona.

Kabar mengenai pernikahan dukun cilik, Muhammad Ponari Rahmatullah atau Ponari juga menjadi trending topik pada Bulan Agustus 2020. Ponari mempersunting Aminatus Zuroh (22), warga Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Jombang pada Sabtu (1/8/2020). Usia mempelai wanita lebih tua satu tahun dibandingkan Ponari yang saat itu baru 21 tahun.

Dua sejoli ini memutuskan untuk menjalin hubungan lebih serius setelah berpacaran sekitar 6 bulan. Keseriusan itu dibuktikan Ponari dengan meminang kekasihnya pada 11 Januari 2020. Akad nikah digelar di rumah orang tua Zuroh dengan protokol kesehatan sekitar pukul 09.00 WIB.

Akhir Bulan September 2020, warga Kabupaten Jember dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Afur Mbesini, dusun setempat, Selasa (29/9/2020).

Mayat tersebut masih berpakaian lengkap mengenakan kaos berwarna hijau, bercelana panjang gelap. Saat ditemukan kondisi mayat dalam posisi terlentang dan tersangkut batang bambu.

Belakangan diketahui, identitas mayat tersebut ialah Kastori (46) warga Warga RT 01 RW 1 Dusun Karanganyar, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas. Korban meninggal bukan karena pembunuhan, melainkan karena tenggelam.

Penyusunan Undang-Undang Cipta Kerja oleh pemerintah pusat bersama DPR berbuah aksi penolakan di sejumlah daerah. Di Kota Surabaya, unjuk rasa menolak aturan kontroversi itu diwarnai kericuhan. Aksi yang terjadi pada Kamis, (8/10/2020) petang tersebut menjadi sorotan semua media massa.

Ketika itu, massa didominasi remaja dan pelajar bergabung dengan kelompok buruh serta mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Namun saat menjelang petang, kerusuhan terjadi. Massa tampak brutal melempari petugas kepolisian dengan berbagai benda disekitar unjuk rasa hingga bom molotov.

Kericuhan lalu meluber ke sejumlah ruas jalan. Yakni di Jalan Tunjungan, Simpang Dukuh, dan Gubernur Suryo. Akibatnya, ratusan massa aksi menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim.

Di penghujung tahun 2020. Jawa Timur serta seluruh provinsi di Indonesia menggelar perhelatan politik lima tahunan untuk memilih Kepala Daerah pada 9 Desember 2020. Ada 19 kabupaten/kota di Jawa Timur melaksanakan Pilkada. Terdiri dari 16 kabupaten dan tiga kota, masing-masing Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Kota Surabaya.

Sebanyak 15 calon petahana dari 15 daerah di Jawa Timur kembali bertarung di pilkada serentak tahun ini. Dari jumlah itu, 10 di antaranya dipastikan tertinggal dan lima petahana unggul.

Kasus oknum guru menyetubuhi muridnya mengakhiri kaleidoskop tahun 2020 ini. Seorang oknum guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) berstatus PNS di wilayah Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar dilaporkan ke polisi karena diduga menyetubuhi muridnya.

Pelaku diduga menyetubuhi muridnya berulang kali. Kasus tindak pidana asusila ini pun masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian setempat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...