FaktualNews.co

Harga Melejit, Porsi Cabai Bakso Blendi Blitar Dikurangi

Kuliner     Dibaca : 359 kali Penulis:
Harga Melejit, Porsi Cabai Bakso Blendi Blitar Dikurangi
FaktualNews.co/dwi haryadi
Penjual bakso blendi mengantar dagangannya ke pelanggan.

BLITAR, FaktualNews.co-Harga cabai rawit yang kian mahal membuat pedagang bakso blendi di Jalan Bromo, Kota Blitar, kelimpungan.

Untuk tetap bisa bisa berjualan dan tidak merugi, pedagang bakso blendi di Kota Blitar ini mengurangi porsi cabai rawitnya.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Salah satu pedagang Bakso blendi, Nafa Aulia mengatakan, untuk tetap berjualan bakso blendi, dia mengurangi jatah cabai untuk bakso blendi yang dijajakannya.

“Ya mau bagaimana, saya kan harus tetap jualan. Karena kondisi cabai mahal saya harus mengurangi porsi cabainya. Sebelum cabai mahal, sehari biasanya belanja 2 kilogram. Sekarang hanya 1 kilogram saja,” kata Nafa Aulia penjual Bakso Blendi Bromo, Kamis (7/1/2021).

Aulia mengaku, selain memutar otak agar bisa terus berjualan, dia juga berusaha tidak mengurangi rasa pedasnya. Dia lalu mengubah, yang dulu kuah khas blendi, kini diberi cabai utuh setiap porsi bakso blendinya.

Dia memilih mengurangi stok penggunaan cabai ketimbang menaikkan harga bakso.

“Harga cabai saat ini Rp 72 ribu per kilogram. Makanya saya mengurangi jatah belanja cabai untuk blendinya dari pada mengurangi bahan baksonya. Ini saya lakukan agar usaha saya bertahan,” terangnya

Nafa mengaku, jika tidak mengurangi porsi blendinya, dia akan rugi. Pasalnya, harga bakso blendi semangkok Rp 12.000. Sedangkan untuk bakso tanpa blendi, Rp 10 ribu.

“Ya mudah mudahhan cabai cepat turun, jadi pedagang kecil seperti saya supaya bisa berjualan seperti biasa. Karena jika terus seperti ini akan berdampak ke pelanggan. Mereka akan kecewa, karena rasanya tidak seperti biasanya,” jelasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...