FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Telah Diramalkan Paranormal di Jombang Sejak 2020

Peristiwa     Dibaca : 1319 kali Penulis:
Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Telah Diramalkan Paranormal di Jombang Sejak 2020
Faktualnews.co/Ilustrasi/
Pesawat Sriwijaya Air

JOMBANG, FaktualNews.co – Kecelakaam pesawat Sriwijaya Air SJ182 737-500 tujuan Jakarta-Pontianak yang terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021 ternyata sudah diramalkan sebelumnya oleh seorang paranormal Jombang, Jawa Timur, Nur Kholis.

Pada tanggal 22 Desember 2020 lalu, pria yang akrab disapa Mbah Hendrik ini mengungkapkan apa yang dia lihat dalam pandangan spiritualnya soal “kecelakaan pesawat”.

Ramalan ini disampaikannya kepada seorang rekannya bernama Ari. Dalam obrolan tersebut ia mengungkapkan akan ada kecelakaan pesawat penumpang.

“Iya, saat itu mbah Hendrik mengatakan pada saya akan ada kecelakaan pesawat besar, mirip pesawat penumpang gitu katanya, saya tanya kejadiannya ada di Indonesia atau mana? jawabnya di Indonesia,” ungkap Ari, sembari menunjukkan hasil rekaman suara ombrolan singkatnya dengan,  Mbah Hendrik, Minggu (10/1/2021).

Dalam rekaman berdurasi sekitar 49 detik itu, terdengar Mbah Hendrik menceritakan akan ada kecelakaaan pesawat. Meski tak disampaikan kapan persisnya peristiwa itu akan terjadi, namun jika dihitung dari tanggal rekaman itu, hanya berselang sekitar 20 hari.

“Ate onok kecelakaan pesawat, gede koyo pesawat penumpang pesawate modele koyo garuda,  (Nang Indonesia ta nang endi?) nang Indonesia, (hii medeni). (Akan ada kecelakaan pesawat mirip pesawat penumpang modelnya kayak gadura, (Di Indonesia?) iya di Indonesia (hii menakutkan, jawab Ari),” terang Mbah Hendrik.

Pesawat komersial Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak ‘diduga jatuh’ sekitar pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021.Pesawat jatu di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Laut Jawa.

Pesawat itu membawa 62 orang penumpang dan awak pesawat. Meliputi, 50 orang penumpang termasuk tujuh orang anak-anak dan tiga orang bayi serta 12 orang awak pesawat.

Sebelumnya, pesawat nahas itu dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.36 WIB. Pukul 14.37 WIB masih memberikan kontak untuk menaikkan ketinggian menjadi 29.000 kaki. Pukul 14.40 pesawat tidak mengarah pada 075 derajat melainkan ke Barat Laut.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul