FaktualNews.co

Naik KA Jarak Jauh dari Jember Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Rapid Test Antigen

Kesehatan     Dibaca : 355 kali Penulis:
Naik KA Jarak Jauh dari Jember Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Rapid Test Antigen
FaktualNews.co/hatta
Situasi di ruang tunggu Stasiun Kota Jember

JEMBER, FaktualNews.co-Calon penumpang kereta api (KA) wajib tunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen. Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub Nomor 4 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

“KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” ujar Vice President PT KAI Daop 9 Jember Agus Barkah Nugraha, Minggu (10/1/2021).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Yakni, kata Barkah, mulai 9 – 25 Januari 2021, calon penumpang kereta api diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen.

“Yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Adapun syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia dibawah 12 Tahun,” ujar Barkah.

Selain itu, lanjutnya, calon penumpang KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat juga menerapkan 3M.

“Yakni tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam. Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang,” sebutnya.

Kemudian aturan yang harus ditaati saat di dalam gerbong kereta, Barkah menjelaskan, para penumpang KA tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan.

“Bagi pelanggan (penumpang) KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut,” jelasnya.

Barkah menambahkan, jika dalam perjalanan menunjukkan gejala covid, seperti menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celsius, penumpang KA itu tidak boleh melanjutkan perjalanan.

“Selanjutnya diturunkan di stasiun terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Tentunya tindakan ini, untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...