FaktualNews.co

Harga Cabai di Banyuwangi Kian ‘Pedas’, Konsumen Kurangi Volume Pembelian

Ekonomi     Dibaca : 418 kali Penulis:
Harga Cabai di Banyuwangi Kian ‘Pedas’, Konsumen Kurangi Volume Pembelian
Faktualnews/konik
Cabai dan sayuran lain di Pasar Blambangan Banyuwangi,

BANYUWANGI FaktualNews.co-Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Banyuwangi kian meroket. Di Pasar Blambangan, harga di tingkat pedagang tembus Rp 80 ribu per kilogram.

Harga cabai rawit mulai merangkak naik pada kisaran Rp 50-60 saat menjelang hari perayaan natal. Dan saat ini sudah mencapai Rp 80 per kilogram.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Harga Rp 80 ribu sejak tahun baru bertahan hingga sekarang,” kata Siti Aminah, pedagang sayuran di Pasar Blambangan, Senin (11/1/2021).

Menurutnya, pedagang di Pasar Blambangan Banyuwangi rata rata mematok harga eceran untuk cabai rawit Rp 80 ribu per kilogramnya.

Karena mahalnya harga cabai, konsumen yang rata-rata ibu rumah tangga terpaksa mengurangi jumlah pembelian. Seperti Evi Kusnanti.

“Saya memilih mengurangi jumlah pembelian. Biasanya setiap belanja saya beli setengah kilogram, tapi kini hanya membeli seperempat kilogram. Risikonya, masakan keluarga jadi kurang pedas,” ungkapnya.

Dampak dari menurunnya jumlah pembelian konsumen, pedagang kelimpungan. Cabai tidak segera laku sehingga stok menumpuk dan membusuk dengan sendirinya.

Sebagai antisipasi, para pedagang pun mengurangi stok barang agar tidak mengalami kerugian terlalu banyak.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Suminten membenarkan jika harga cabai rawit saat melambung tinggi di kisaran harga Rp 80 hingga Rp 85 ribu.

Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi pasokan barang yang berkurang di pasar tradisional.

“Berkurangnya pasokan karena hasil panen petani yang kurang bagus kualitasnya, yang itu sebagai akibat penyakit tanaman di musim penghujan,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...